MANGUPURA, balitourismnow.com – Ingin acara party yang beda? Ya, party biasanya dilakukan pada malam hari dan identik dengan minuman wine atau minuman alcohol lainnya. Kini, ada acara pesta di pagi hari dengan minuman non-alkohol. Para peserta duajak minuman juice yang sehat.
Party bertajuk “Sip & Scratch” berlangsung di Analogue Listening Space tepatnya di Jl. Sunset Road, Kuta, Kabupaten Badung – Bali. Acara yang digelar Squeeze, brand minuman berbasis buah dibawah perusahaan CV Prima Indonesia itu telah dibuka, Minggu 29 Juni 2025.
“Kami mencoba membuat tren baru yang tadinga party di malam hari, kini dirubah di pagi hari dan tanpa alkohol. Kami mencoba tren yang baru dan masuk masuk dalam life style yang berbeda,” kata Head of Brand & Marketing Squeeze, Karmelita Paula Costa disela-sela acara tersebut.
Party ini untuk memperkenalkan pengalaman baru dalam menikmati juice. Even “Sip & Scratch” adalah sebuah pesta non-alkohol yang menyatukan musik, seni, dan gaya hidup sehat. Para pengunjung dapat mengekspresikan kemampuannya, khususnya dalam seni.
“Sip & Scratch dirancang sebagai ruang temu komunitas—mulai dari komunitas musik, pelukis, hingga pesepeda—dengan suasana yang intimate dan segar. Squeeze menghadirkan juice bar kreatif, live DJ set, workshop melukis hingga kolaborasi menu bersama Analogue,” paparnya.
Itulah yang membuat party ini berbeda dari event aktivasi brand pada umumnya. Sebagai brand yang telah berkiprah di sektor HORECA sejak 1988, Squeeze kini mendorong ekspansi ke ranah gaya hidup dan komunitas.

“Kami ingin memperluas persepsi bahwa Squeeze bukan hanya bahan minuman untuk dapur profesional, tapi juga bagian dari gaya hidup kreatif yang segar dan menyenangkan,” ujar Karmelita Paula Costa meyakinkan.
Melalui event ini, Squeeze ingin menunjukkan bahwa gaya hidup tanpa alkohol dapat menjadi sebuah trend yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. “Makanya, acara ini degelar Hari Minggu pagi, sehingga masyarakat yang mungkin habis olahraga bisa ikut bergabung,” imbuhnya.
Even “Sip & Scratch” ini menjadi sesuatu yang baru untuk menggarap market dari komunitas-komunitas, baik yang suka musik, melukis atau komunitas sepeda, dan lainnya. “Jujur, kami merasa kaget juga. Setelah hari ini dicoba, langsung rame. Teman-teman sangat antusias,” ujarnya.
Analogue Listening Space memang sengaja dipilih sebagai venue kolaboratif. Tempat ini menghadirkan nuansa khas yang mendukung pengalaman audio dan interaksi komunitas.
Apalagi, dilakuka melalui pendekatan artistik dan fokus pada musik yang akrab, maka Analogue menjadi partner yang ideal dalam menyampaikan semangat Sip & Scratch.
Pengunjung diajak menikmati kreasi minuman seperti “Wake & Shake” (Espresso + Squeeze Orange Juice), “Strawcha Harmony” (Matcha Latte + Squeeze Strawberry Fruit Chunk), dan “Frizzy Palette” (Passionfruit Syrup + Squeeze Lime Juice).
Semua itu menggunakan produk Squeeze tanpa campuran alkohol. Suasana menjadi lebih menarik, ketika sesi workshop melukis bersama seniman Eve Koss. Kegiatan seni menggores bertemakan “Transforming Your Favorite Song to a Painting” itu menjadi favorit bagi anak-anak muda.
Saat itu, Sip & Scratch mengundang kurang lebih 80 tamu dari komunitas terkurasi dan pelaku industri HORECA, menjembatani dunia bisnis dan budaya.
“Event ini bukan hanya soal produk, tetapi tentang menciptakan momentum bermakna bersama mereka yang mewakili semangat “fresh, real, and creative,” pungkas Karmelita Paula Costa senang. [buda]


