Art & Culture

Menengok Gaya Lukisan ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

DENPASAR, balitourismnow.com – Anda pecinta seni lukis, dan ingin mengetahui karya bercorak Young Artist Style? Tak perlu jauh-jauh ke Ubud, datang saja ke The 1O1 Bali Oasis Sanur, hotel yang dekat Pantai Sanur ini sedang memajang karya-karya pelukis Ngurah KK.

Ngurah KK, merupakan murid dari Arie Smit sebagai pelukis Belanda yang tinggal di Ubud, Bali itu memajang 7 karya unik dan sarat pesan. Karya dengan berbagai keindahan alam dan budaya Bali itu menghiasi lobby The 1O1 Bali Oasis Sanur, dan menjadi sajian bagi wisatawan.

Pemeran bertajuk “Naive Art Malukis Surga” telah dibuka oleh General Manager The 1O1 Bali Oasis Sanur, I Nyoman Astika bersama Ngurah KK, pada Kamis 15 Januari 2026, dan dihadiri seniman, pecinta seni dan wisatawan. Pameran akan berlangsung hingga 10 Maret 2026.

“Kami ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada seniman lokal yang meniliki karya untuk memperkenalkan karyanya kepada masyarakat luas. Sanur merupakan destinasi dunia yang sering dikunjungi wisatawan dari berbagai negara,” kata Astika.

BACA JUGA:  Bali Fashion Trend 2025 Ditutup, Ruang Temu Karya Mode Indonesia Menuju Pasar Global

Pameran kali ini, memajang karya-karya pelukis “Young Artist Style” Ngurah KK untuk mengajak semua orang untuk melihat kebelakang kembali, Desa Penestanan Ubud yang terkenal dengan seni lukis.

Karya-karya Ngurah KK ini, sebuah gaya yang merekam kebudayaan dan alam Bali tempo dulu, dengan warna polos dan penuh warna kreativ. “Ini wujud komitmen kami untuk memdukung seni budaya lokal sekaligus memberi pengalaman terutama kepada para tamu,” ucapnya.

Ngurah KK mengatakan, dirinya telah banyak melahirkan karya seni lukis karena setiap hari selalu melukis dan melukis. Namun, pada pameran kali ini hanya memajang 7 karya tentang alam yang idenya lahir dari kehidupan di pedesaan yang asri.

Ide-ide yang dituanghkan ke dalam karya itu, merupakan ingatan dan pengalaman masa kecil, dan pengalaman hidup di desa, tempo dulu. “Saya belajar melukis mulai tahun 1960, ketika berusia 13 tahun dari peluski asal Belanda, Arie Smit,” ucapnya.

BACA JUGA:  BaliSpirit Festival 2025: Hari Pertama, Dimulai Kelas Yoga dengan Semangat dan Spiritualitas

Gaya lukisannya “Naif”, aliran seni kesederhanaan dan spontanitas, namun mengandung makna yang sangat mendalam. “Ide-idenya, berdasarkan ingatan sejak kecil, kebanyakan mengangkat kenangan lama, seperti suasana area Campuhan Ubud jaman dulu,” akunya polos.

Karya lukis itu memiliki ukuran yang sangat beragam, dan ukuran karya paling besar 60 x 70 Cm, dan ada pula ukuran 120 x 40 Cm. Objek yang diangkat, seperti air terjun, orang maturan, pemandangan sungai, sawah, kampung desa dengan budaya dan lainnya.

“Semua objek itu untuk mengingatkan anak-anak kita supaya tahu kehidupan para orang tua jaman dulu. Mereka tumbuh di jaman modern, bahkan di jaman mutakhir, sehingga penting diajak mengenal budaya leluhur mereka jaman dulu,” ungkapnya.

Anak-anak sekarang tidak banyak yang mengetahui kehidupan jaman dulu, sehingga lewat lukisan ini mereka mengetahui dan belajar budaya dari jaman dulu. “Lukisan itu sebenarnya menggugah anak-anak supaya mau mengerti, belajar dan mau menghargai yang kuno,” harapnya.

BACA JUGA:  Pertunjukan Seni Mewarnai Perayaan Hari Kemerdekaan India Ke-79 di Bali

Ngurah KK yang konsisten melukis dengan gaya Young Artist Style itu, sering mengikuti pameran di luar negeri, diantaranya Roma, Italia, Jerman, Belanda, Austria, Switzerland dan banyak lagi lainnhya. [buda]

Shares: