TABANAN, balitourismnow.com – Belakangan ini, kondisi cuaca di Bali memang tidak menentu. Walau demikian, kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot masih kunjungan stabil, yakni rata-rata berada di angka 3.000 wisatawan per hari.
Untuk menjaga rasa aman dan nyaman, manajeman DTW Tanah Lot memastikan kesiapan operasional dalam melayani wisatawan. Pengelola tetap fokus pada dua strategi utama, yaitu jaminan keamanan pengunjung dan diversifikasi atraksi wisata.
“Kami menginstruksikan seluruh personel lapangan, khususnya tim Lifeguard (Balawista) dan petugas keamanan, untuk bersiaga di titik-titik krusial sepanjang garis pantai. Ini merespons cuaca dan potensi gelombang pasang,” kata Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, S.E., Jumat 29 Januari 2026.
Sistem pemantauan dilakukan secara manual dan intensif dengan skema “buka-tutup” akses ke area pantai yang bersifat situasional demi keselamatan pengunjung. Kami pastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan adalah harga mati,” sebutnya.
Antusiasme wisatawan tetap tinggi meski cuaca sedang ekstrem. Oleh karena itu, seluruh tim operasional disiagakan penuh untuk memantau kondisi ombak dan angin.
“Kami ingin memastikan setiap pengunjung yang datang tetap merasa aman dan nyaman saat menikmati keindahan Tanah Lot,” ujar Sudiana serius.
Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah kawasan, DTW Tanah Lot kini menjalin kerja sama dengan Museum Tanah Lot Bali (Museum Majapahit Bali).
Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk kemudahan akses pembelian tiket, sehingga wisatawan dapat menikmati atraksi wisata alam dan wisata edukasi sejarah dengan lebih praktis.
Kehadiran museum ini menjadi solusi atraksi wisata indoor yang sangat relevan, terutama saat kondisi cuaca di luar ruangan sedang tidak bersahabat (hujan atau panas terik).
Kerja sama ini memberikan opsi baru bagi wisatawan. Kini, selain menikmati sunset dan pura, pengunjung mendapatkan kemudahan akses untuk menelusuri sejarah Majapahit di museum.
“Ini adalah strategi kami untuk tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang durasi tinggal (length of stay) wisatawan di kawasan Tanah Lot,” tambah Sudiana.
Dengan integrasi atraksi budaya dan sejarah ini, Sudiana mengatakan, Manajemen DTW Tanah Lot optimis target peningkatan kunjungan dan kepuasan wisatawan dapat tercapai, menjadikan Tanah Lot sebagai destinasi yang semakin lengkap dan edukatif. [buda]


