MELBOURNE, balitourismnow.com – Partisipasi Bali Convention & Exhibition Bureau (BaliCEB) dalam Asia Pacific Incentives and Meetings Event (AIME) Melbourne pada 9–11 Februari 2026 berbuah manis. Ini mendapat sambutan hangat peserta AIME Melbourne.
Tak hanya itu, partisipasi BaliCEB juga mendapat dukungan perwakilan pemerintah Indonesia di Australia. Konsul Jenderal RI di Melbourne, Jatmiko H. Prasetyo, didampingi Titus Haridjati yang mewakili Deputi MICE Kementerian Pariwisata RI.
“Partisipasi BaliCEB dalam AIME Melbourne ini sebagai langkah strategis memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di kawasan Asia Pasifik,” kata perwakilan BaliCEB, Dr. Ketut Jaman, di Melbourne, Kamis 12 Pebruari 2026.
Keikutsertaan menampilkan kesiapan Bali dalam mendukung kegiatan bisnis internasional, meliputi pilihan venue meeting dan convention center berstandar global, akomodasi hotel berbintang, layanan audio-visual profesional, transportasi terintegrasi, serta hiburan dan pengalaman budaya autentik sebagai nilai diferensiasi destinasi.
“Partisipasi BaliCEB juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan membangun hubungan strategis dengan event planner, professional conference organizer (PCO), incentive house, dan corporate buyer internasional,” imbuhnya.
Melalui agenda business matching dan networking, BaliCEB mempresentasikan keunggulan kompetitif Bali, termasuk kesiapan infrastruktur, konektivitas penerbangan, standar keamanan destinasi, serta kekayaan budaya yang memberi nilai tambah bagi penyelenggaraan event global.
Kehadiran di AIME memberikan manfaat nyata berupa peningkatan visibilitas destinasi, peluang akuisisi event baru, dan penguatan citra Bali sebagai destinasi MICE yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
Dampak positif keikutsertaan ini juga dirasakan para anggota dan pemangku kepentingan BaliCEB yang terdiri atas convention center, hotel, restoran, gathering venue, beach club, perusahaan transportasi, penyedia atraksi wisata, usaha katering, pusat perbelanjaan, hingga pengelola daya tarik wisata.
Melalui promosi terpadu dan co-branding, para anggota memperoleh akses langsung ke pasar internasional melalui platform bisnis yang terkurasi. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata berbasis MICE secara berkelanjutan, meningkatkan utilisasi jasa lokal, serta membuka peluang kerja di Bali.
“Antusiasme penyelenggara corporate meeting dan incentive travel dari Australia, Singapura, Tiongkok, India, Malaysia, hingga Thailand menunjukkan tren positif, dengan Bali secara konsisten masuk dalam daftar destinasi prioritas klien mereka,” ujar Dr. Ketut Jaman.
Kehadiran BaliCEB diapresiasi sebagai fasilitator dan mediator pada tahap perencanaan awal sebelum penentuan venue dan hotel.
Informasi mengenai regulasi konferensi dan pameran internasional—mulai dari perizinan, ketentuan visa, prosedur bea cukai, pengamanan acara, hingga kemudahan layanan kedatangan delegasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai—menjadi faktor penting yang memperkuat kepercayaan terhadap Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia.
Titus Haridjati yang mewakili Deputi MICE Kementerian Pariwisata RI menyampaikan apresiasi saat mengunjungi Paviliun Wonderful Indonesia dalam rangkaian AIME.
Dukungan tersebut mencerminkan sinergi antara pelaku industri dan perwakilan diplomatik Indonesia dalam memperkuat promosi destinasi nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia—khususnya Bali—sebagai tujuan utama penyelenggaraan kegiatan MICE global. [KJ]


