DENPASAR, balitourismnow.com – Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali berhasil mengkonservasi dan identifikasi sebanyak 179 cekep lontar di Gria Purnawati, Banjar Tengah, Désa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.
Festival (Utsawa) Konsérvasi lontar serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII itu berhasil mengidentifikasi sebanyak 179 cakepan dan menemukan Lontar Arghapatra yang berisi terjemahan dari Bahasa Sanskerta ke Bahasa Kawi.
Jenis lontar yang berhasil diidentifikasi tersebut terdiri dari 12 jenis, seperti Tutur akéhnyané sebanyak 45 cakep, Kanda (34 cakep), Usadha (28 cakep), Mantra/Stawa (20 cakep), Wariga (19 cakep), Kalpasastra (17 cakep), Babad (4 cakep), Parwa (3 cakep), Sasana (3 cakep), Kakawin (2 cakep), Kidung (2 cakep), dan Gaguritan (2 cakep).
Salah satu staf Disbud, Ida Bagus Ari Wijaya yang mengkoordinir konservasi lontar tersebut mengatakan, semua jenis lontar tersebut sangat bisa dibaca. Hal itu karena lontar yang menjadi warisan leluhur Gria Purnawati dirawat dengan sangat baik.
“Lontar ini memang biasa dibaca. Walau lontar itu dibaca sewaktu-waktu, namun hal itu mernjadi bagian dari perawatan. Disamping diupacarai setiap hari Saraswati,” katanya.
Meski lontar itu tergolong tua, tetapi tulisannya masih sangat jelas dan bisa dibaca. Kondisi lontar sangat bagus, bahkan tempatnya pun dibuat khusus, sehingga kondisi lontar sangat bagus. Disamping itu, lontar-lontar tersebut juga selalu diupacara pada saat Saraswati.
“Dari sekian lontar tersebut, hanya satu yang rusak karena factor usia,” sebut Ida Bagus Ari Wijaya.
Ida Bagus Purwita Suamem yang menjadi pewaris lontar tersebut mengatakan, kegiatan konservasi dan identifikasi lontar yang dilakukan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasi dengan adanya kegiatan ini sehingga lontar milik Gria Purnawati bisa dirawat dan dibersihkan untuk menjaga dan melestarikan warisdan leluhur,” ungkapnya. [buda]


