DENPASAR, balitourismnow.com – Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Living World Denpasar berlangsung pada, Selasa 24 Maret 2026. Namun, menjelang acara puncak, justru lebih banyak melakukan aksi sosial dan peduli pada lingkungan sekitar.
Pusat perbelanjaan dengan konsep “Home Living & Eat-ertainment” yang dikembangkan oleh Kawan Lama Group ini menghadirkan program sosial bertajuk “Menjaga Pertumbuhan dan Kesehatan Anak Kelurahan Tonja bertempat di Bamboo Stage Living World Denpasar.
“Bagi kami, tiga tahun ini bukan hanya tentang pertumbuhan sebuah destinasi, tetapi tentang hubungan yang terjalin dengan masyarakat di sekitarnya,” kata General Manager Living World Denpasar, Maria Lucia Lazuardi, disela-sela acara social itu, Senin 23 Maret 2026.
Menurut Maria, program sosial bertajuk “Menjaga Pertumbuhan dan Kesehatan Anak Kelurahan Tonja sebagai wujud komitmen dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Ini dukungan terhadap kegiatan Posyandu, dalam menunjang kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Program tersebut memang dipusatkan di Kelurahan Tonja yang berada di sekitar kawasan Living World Denpasar terdiri dari 10 banjar, dengan sekitar 150 balita yang aktif mengikuti kegiatan Posyandu.
“Kali ini, Living World Denpasar menyalurkan berbagai bantuan fasilitas guna menunjang operasional Posyandu agar semakin optimal,” imbuh Maria Lucia senang.
Untuk bantuan ini, Living World Denpasar bekerja sama dengan AZKO, INFORMA, dan Toys Kingdom yang memberikan bantuan meliputi 10 unit timbangan bayi digital, 200 botol minum anak, serta 150 paket mainan yang didistribusikan ke 10 banjar.
Sementara Rumah Sakit Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah juga memberi dukungan melalui edukasi tumbuh kembang anak oleh dokter spesialis, serta layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Living World Denpasar secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif social dalam tiga tahun terakhir yang mencakup aspek lingkungan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat. Ini sebagai komitmen jangka panjang untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kalau di bidang lingkungan, Living World Denpasar telah mengumpulkan 158 kilogram sampah botol plastik serta mengolah 64 kilogram limbah sumpit menjadi berbagai produk fungsional yang dimanfaatkan kembali di area mal.
Lalu, upaya keberlanjutan yakni mengopperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 502,2 kWp yang mengurangi emisi karbon hingga 600,65 ton, setara dengan penanaman sekitar 821 pohon, rutin pembersihan lingkungan dan sungai bersama masyarakat.
Di bidang kesehatan, berbagai program seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan rutin telah menjangkau ratusan masyarakat, dengan total sekitar 373 kantong darah berhasil dihimpun dari lebih dari 500 partisipan, serta lebih dari 20 kegiatan cek kesehatan mencakup kesehatan fisik, mental, hingga tumbuh kembang anak.
“Setiap kolaborasi, setiap program sosial, hingga setiap momen yang tercipta bersama pengunjung menjadi bagian dari cerita bersama yang terus berkembang,” imbuh Maria Lucia serius.
Sementara itu, dalam aspek sosial, Living World Denpasar telah menyalurkan seitar 1.500 paket bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, sekaligus menghadirkan berbagai yprogram dukungan bagi anak-anak disabilitas melalui layanan kesehatan dan edukasi.
Living World Denpasar turut aktif mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) local melalui penyediaan area usaha, fasilitasi business matching, hingga edukasi perdagangan di pasar modern, dengan total 220 UMKM yang telah berpartisipasi sepanjang tahun 2025.
Selain itu, Living World Denpasar juga menjadi ruang terbuka bagi komunitas seni, budaya, musik, dan institusi pendidikan untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang memperkenalkan serta melestarikan budaya Bali.
“Kami berharap Living World Denpasar dapat selalu menjadi ruang yang hangat, inklusif, dan relevan bagi masyarakat.” tutup Maria Lucia. [buda]


