Art & Culture

Kreativitas Seni Siswa SMKN 3 Sukawati dalam Ujian Kompetensi dan Keahlian

GIANYAR, balitourismnow.com – Siswa-siswi SMKN 3 Sukawati tampil penuh kreativitas pada Ujian Kompetensi dan Keahlian (UKK) di Aula sekolah. Para calon seniman muda professional itu mampu menunjukan panggung itu menjadi ruang kreativitas seni.

Melalui karya dan garapan yang tak hanya indah, tetapi menawarkan makna dan symbol, seakan membuktikan para calon seniman profesiaonal ini mampu menampilkan kreativitas seni, baik itu teknik tubuh (wiraga), kesesuaian irama (wirama), dan ekspresi (wirasa).

Mereka berhasil mementaskan tari, karawitan hingga wayang tradisional ataupun kreasi yang memukau. Termasuk mampu merancang kostum tematik yang indah dan penuh makna, kolaborasi musik, serta kepercayaan diri tinggi dalam membawakan koreografi.

Dalam garapan mereka, ada yang disajikan secara mandiri maupun berkelompok yang ditata secara apik di atas panggung. Meski tergolong siswa, namun mereka mempu menawarkan ide-ide baru yang dapat memperkaya kesenian Bali yang terus berkembang.

BACA JUGA:  'Diversity Beyond Perfection': M Style Fusion Fashion Merayakan Individualitas, Keanggunan Berkelas dan Kebebasan Berekspresi

Ujian Kompetensi dan Keahlian Mulai itu berlangsung tanggal 6 – 13 April 2026. Pentas dalam ujian praktek ini diikuti oleh siswa-siswi dari jurusan Seni Tari, Karawitan, Pedalangan, Musik dan Jurusan Kecantikan. Kreativitas mereka melesat seiring dengan kemajuan jaman.

Secara keseluruhan, ujian ini menjadi sebuah perpaduan antara pelestarian budaya, kreativitas, dan penilaian akhir kemampuan olah tubuh dan rasa siswa. Ini menjadi ajang pembuktian bagi siswa tingkat akhir dari lima jurusan tersebut menunjukkan dedikasinya selama masa pendidikan.

Kepala SMK Negeri 3 Sukawati, I Gusti Ngurah Made Umbara, menegaskan bahwa visi sekolah dalam ujian tahun ini melampaui sekadar pelestarian budaya. Ia memandang seni sebagai entitas yang dinamis dan harus mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman.

“Seni bukan sekadar warisan, namun juga denyut nadi yang terus bertransformasi mengikuti zaman,” ungkap Umbara di sela-sela pembukaan kegiatan.

BACA JUGA:  Teater Jineng Pentaskan Drama Bali Modern ‘Basur’

Umbara menekankan, standar yang diterapkan dalam UKK 2026 ini dirancang untuk mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi.

Melalui proses evaluasi yang ketat, para siswa ditempa untuk menjadi individu yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemandirian. Hal ini diharapkan menjadi modal utama bagi mereka saat melangkah ke dunia kerja yang sebenarnya.

Target besar dari penyelenggaraan UKK kali ini adalah membekali para siswa agar siap menjadi pemain kunci di industri kreatif global. Dengan kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, karya seni dari Sukawati diharapkan mampu mewarnai panggung internasional.

Rangkaian ujian yang berlangsung selama satu pekan ini diprediksi akan menarik perhatian para pengamat seni dan pelaku industri kreatif di Bali. Masyarakat dapat melihat bagaimana regenerasi seniman di Gianyar terus berjalan dengan nafas baru.

BACA JUGA:  Festival Jatiluwih 2025: Promosi Potensi Lokal Angkat Tradisi, Budaya dan Kuliner

UKK 2026 di SMK Negeri 3 Sukawati membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, seni tradisi dan musik tetap memiliki tempat terhormat sebagai pilar ekonomi kreatif masa depan.

“Kami meyakini bahwa kompetensi yang diuji adalah gerbang awal bagi lahirnya profesional muda yang akan membawa nama harum Pulau Dewata,” pungkasnya. [dar]

Shares: