NUSA DUA, balitourismnow.com – Pementasan kecak di kawasan The Nusa Dua, 14 Februari 2026, sangat beda. Kesenian yang mengandalkan suara mulut sebagai iringan, itu tak hanya menyajikan barong tradisional Bali, tetapi juga barongsai dari kebudayaan Tionghoa.
Atraksi budaya yang memadukan kekayaan tradisi dan semangat perayaan melalui penyelenggaraan Kecak & Barongsai Dance Show itu digelar InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menjadi bagian dari rangkaian perayaan Imlek.
Pentas seni tradisi yang juga sebagai momentum kebersamaan menjelang Hari Valentine bagi pengunjung kawasan The Nusa Dua itu, diawali dengan pertunjukan Barongsai di area bibir pantai The Bay pada pukul 17.00–17.30 WITA.
Kemudian dilanjutkan dengan walking performance menuju Taksu Art Stage. Setibanya di lokasi, Barongsai kembali menampilkan atraksi sebagai opening act Kecak Dance Show pada pukul 17.30–18.00 WITA.
Pertunjukan Kecak Dance Show digelar pada pukul 18.00–19.00 WITA sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan Imlek di The Nusa Dua. Perayaan budaya ini sekaligus memperkaya pengalaman wisata berkualitas bagi para pengunjung.
“Pementasan Kecak & Barongsai Dance Show wujud komitmen kawasan dalam menghadirkan ruang perayaan budaya yang inklusif,” kata General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika.
Perpaduan pertunjukan Barongsai dan Tari Kecak tidak hanya merepresentasikan keberagaman budaya, tetapi juga memperkuat daya tarik The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang hidup dengan aktivitas seni dan tradisi.
Selain pertunjukan seni budaya, pengunjung juga menerima cokelat sebagai simbolisasi perayaan Imlek dan Valentine yang merepresentasikan kebahagiaan, kebersamaan, dan kasih sayang. Pengunjung disediakan minuman ringan kemasan bagi pengunjung dalam pertunjukan itu.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, The Nusa Dua menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang apresiasi budaya yang inklusif, memperkuat daya tarik pariwisata berkualitas, serta menciptakan pengalaman berkesan bagi wisatawan.
Program budaya yang relevan dengan momentum perayaan nasional maupun internasional, serta memberikan nilai tambah bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata.
“Ke depan, The Nusa Dua akan terus berinovasi dalam menghadirkan atraksi berkualitas yang selaras dengan semangat keberlanjutan, pelestarian budaya, dan penguatan citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia,” tutup Agus Dwiatmika. [rls]


