UBUD, balitourismnow.com – Liburan di Bali pada saat Hari Raya Nyepi pasti berbeda. Pada saat itu, Bali akan memperingati hari paling sakral dalam kalender Hindu Bali, Hari Raya Nyepi, pada Kamis, 19 Maret 2026.
Pada hari tersebut, seluruh pulau Bali berhenti beraktivitas selama 24 jam penuh dalam suasana hening. Bandara ditutup, jalanan menjadi lengang, dan lampu-lampu di seluruh pulau diredupkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari refleksi dan pembaruan spiritual.
Berbeda dengan perayaan tahun baru di berbagai belahan dunia yang identik dengan pesta dan kembang api, tetapi Nyepi justru dirayakan melalui keheningan, introspeksi, dan perenungan diri. Nyepi juga menandai Tahun Baru Bali, yaitu awal siklus baru dalam Kalender Saka.
Pada tahun 2026, Bali memasuki Tahun Caka 1948 yang dirayakan melalui tradisi unik berupa keheningan dan refleksi diri oleh umat Hindu Bali.
Perayaan ini berlandaskan empat prinsip utama yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian, yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api atau cahaya), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan).
Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya dan wellness yang lebih mendalam, The Sun of Granary Resort and Villas Ubud menawarkan kesempatan istimewa untuk menikmati Nyepi di kawasan dataran tinggi Ubud, di mana alam, tradisi, dan ketenangan berpadu harmonis.
Pada malam sebelum Nyepi, masyarakat Bali di berbagai desa menggelar Pawai Ogoh-Ogoh, yaitu parade patung raksasa yang melambangkan energi negatif. Patung-patung tersebut diarak keliling desa sebelum akhirnya disucikan sebagai simbol pembersihan menjelang tahun baru.
“Para tamu yang menginap di The Sun of Granary Ubud dapat dengan mudah menyaksikan parade ini di Desa Adat Manuaba, yang berjarak sekitar satu kilometer dari resort dan dapat dicapai dalam waktu sekitar tiga menit dengan sepeda motor atau berjalan kaki,” ujar Yanti Rastiti selaku Sales Manager di The Sun of Granary Resort and Villas.
Parade biasanya dimulai sekitar pukul 19.00 WITA. “Tim kami juga siap mendampingi para tamu agar dapat menikmati pengalaman budaya ini dengan nyaman sebelum pulau Bali memasuki keheningan Nyepi keesokan harinya,” tambahnya.
Selama Nyepi berlangsung, para tamu yang menginap di resort tetap dapat menikmati berbagai aktivitas budaya yang disediakan secara gratis oleh pihak resort, sehingga momen keheningan ini tetap menjadi pengalaman yang bermakna.
Aktivitas tersebut antara lain Making Offering, tamu dapat mempelajari filosofi pembuatan sesajen Bali sekaligus membuatnya sebagai simbol rasa syukur; Balinese Dress Experience yaitu kesempatan untuk mencoba busana tradisional Bali sambil memahami makna seremonialnya.
Ada aktivitas Making Jamu, aktivitas meracik minuman herbal tradisional sambal mengenal manfaat kesehatan alami dari ramuan tersebut.
“Semua aktivitas ini tersedia secara gratis bagi seluruh tamu yang menginap di resort,” kata Yanti peniuh semangat.
Sehari setelah Nyepi, yang dikenal sebagai Ngembak Geni, menjadi momen untuk memulai awal yang baru. Pada hari ini, keluarga dan masyarakat saling memaafkan serta mempererat kembali hubungan sebagai simbol harmoni di tahun yang baru.
Para tamu dapat memulai hari dengan sarapan menghadap hamparan sawah di Kunang-Kunang Restaurant, sambil menikmati matahari terbit pertama di Tahun Baru Saka Bali 1948. [rls]


