News

Charity Clinic Yayasan Jembatan Lintas Kasih di Padang Indah: Periksa Kesehatan, Beri Obat dan Edukasi Hidup Sehat

MANGUPURA, balitourismnow.com – Pagi itu, warga Padang Indah, Desa Padang Sambian Kelod, Kota Denpasar beramai-ramai menuju wantilan. Ada yang datang sendiri, bersama suami dan ada pula yang diantar anak atau cucunya. Wajah mereka datar, namun penuh harapan.

Di antara ramainya para Lanjut Usia (Lansia), warga anak-anak pun datang bersama ibunya ke bale pusat aktivitas masyarakat itu untuk sebuah harapan. Mereka mengikuti pemeriksaan kesehatan, konsultasi dan beljar menjalani pola hidup sehat.

Itulah suasana kegiatan charity clinic gratis yang digelar Yayasan Jembatan Lintas Kasih di Wantilan Padang Indah, Minggu 15 Maret 2026. Selain melakukan pemerisaan kesehatan, warga yang hadir juga dieduksi hidup sehat melalui seminar kesehatan dan demo membuat jus sehat.

Warga mula-mula melakukan pendaftaran yang dipandu petugas muda dan ramah. Selanjutnya cek tensi, ukur besar pinggung, cek gula darah dan kolestrol. Setelah sampai pada meja terakhir, mereka diberikan obat sesuai petunjuk dokter, dilengkapi makanan sehat serja jus sehat.

BACA JUGA:  Nuansa 'Mitologi Bali' di Bandara Ngurah Rai

“Charity clinic ini lahir dari kepedulian kami terhadap realitas bahwa masih banyak masyarakat yang menunda berobat karena keterbatasan biaya,” kata Ketua Yayasan Jembatan Lintas Kasih, Taripar Aritonang disela-sela acara peduli kemanusiaan itu.

Kegiatan peduli pada sesama ini melibatkan tenaga medis professional, relawan kemanusiaan serta berbagai pihak yang memiliki komitmen dalam melayani masyarakat tanpa latar belakang suku, agama maupun status social.

“Kami percaya, kesehatan merupakan hak setiap manusia, dan melalui charity clinic ini kami ingin menghadirkan harapan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambah Taripar Aritonang yang didampingi Ketua Pembina, David Siagian dan anggota yayasan lainnya.

Taripar Aritonang mengatakan, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, maka kegiatan kemanusiaan melalui program charity clinic ini dapat menjadi solusi dalam menciptakan kehidupan yang sehat.

BACA JUGA:  4 Hari Libur Peringatan Kenaikan Isa Al Masih, Bandara Ngurah Rai Dipadati Penumpang Rata-rata 70 Ribu Sehari

“Charity clinic ini diadakan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang tidak sempat atau malas berobat dan warga yang mempunyai kendala biaya dalam berobat,” tambahnya.

Kegiatan social ini juga mengajak lebih banyak orang untuk turut terlibat dalam gerakan kemanusiaan. Maka, layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksanan kesehatan umum, konsultasi dokter, dan pemberian obat-obatan.

Termasuk memberikan edukasi kesehatan secara gratis. Edukasi itu diberikan melalui acara seminar kesehatan dengan topik “Waspada Gusi Berdarah” serta demo (pratek) membuat jus sehat yang sangat kreatif.

Selain layanan medis, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit, pola hidup serta kesadaran untuk menjaga kesehatan keluarga sejak dini. Melalui pendekatan ini diyakini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan jangka panjang.

BACA JUGA:  50 Pelaku Pariwisata Terbaik Bali Menerima Penghargaan dari ITTA Foundation. Ini Rinciannya!

“Kami harap kegiatan charity clinic ini menjadi jembatan kepedulian yang mempertemukan para relawan, tenaga medis dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” harap Taripar Aritonang.

Yayasan yang bergerak dalam bidang pelayanan kemanusiaan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat itu secara serius mengajak masyarakat luas, para dermawan, organisasi social, dan tenaga kesehatanh untuk bersama-sama mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini.

Karena, setiap dukungan, sekecil apapun dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. “Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan masyarakat sekitar, sehingga ke depan kami lebih inten lagi memberikan kunjungan untuk kesehatan,” ujarnya.

David Siagian menambahkan, pemeriksaan kesehatan yang diberikan kali ini mulai dari pemeriksaan kolestrol, asam urat, dan tensi darah. Sementara target pasien yang diharapkan sekitar 150-200 orang. Pasien yang dlayanani kali ini lebih focus pada lansia.

BACA JUGA:  Living World Gelar Kegiatan Edukatif: Merenungkan Kembali Semangat Emansipasi RA Kartini di Hari Kartini 2025

Kalau kegiatan ini berhasil baik, maka yayasan ini akan melanjutkan dengan tindakan lain, karena setiap kedatangannya untuk meringakan beban masyarakat. “Kami akan terus bergerak menolong sesame, khususnya masyarakat yang membutuhkan. Kami berusaha membantu, tanpa ada batasannya,” yakinnya.

Melalui kegiatan ini, David Siagian berharap Yayasan Jembatan Lintas Kasih dapat terus menjadi “jembatan kasih” yang menghadirkan kepedulian nyata di tengah masyarakat – menghubungkan hati yang ingin menolong dengan mereka yang sedang membutuhkan pertolongan.

Maka itu, semua link yang dimilikinya dilibatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Jangkauannya bukan hanya di daerah Denpasar, tetapi juga daerah lain. “Dalam waktu dekat ini, kami akan bergerak ke salah desa di Singaraja yang rindu dikunjungi,” ucapnya. [buda]

Shares: