TABANAN, balitourismnow.com – Lebih dari 1.200 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara ramaikan Nuanu Run 2026, Minggu, 7 Juni 2026. Mereka tampak bersemangat menyusuri rute yang beberapa diantaranya melawati area persawahan hijau.
Ajang lari yang digelar Nuanu Creative City, Kabupaten Tabanan – Bali mempertemukan olahraga, gaya hidup aktif, dan semangat kebersamaan dalam satu pengalaman yang menyatu dengan alam dan kreativitas.
“Rute masih di kawasan Nuanu Creative City dan area sekitarnya, edisi kedua Nuanu Run menghadirkan tiga kategori lomba, yaitu 5K, 10K, dan Half Marathon 21K,” kata CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll.
Nuanu Run 2026 mempertemukan pelari rekreasional, pegiat gaya hidup aktif, hingga atlet kompetitif dalam sebuah pengalaman yang merayakan ketahanan, kreativitas, dan koneksi antar komunitas.
Mengusung tema “Push. Play. Prevail.”, Nuanu Run 2026 menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda dengan mengajak peserta melintasi ruang terbuka hijau, lanskap alam, serta lingkungan artistik yang menjadi ciri khas Nuanu Creative City.
Pada kategori bergengsi Half Marathon 21K, gelar juara diraih oleh I Nyoman Karmayasa untuk kategori putra dan Septiana Dina Sari untuk kategori putri, yang semakin menunjukkan kekuatan dan antusiasme komunitas lari Indonesia yang terus berkembang.
Pada kategori 10K, posisi juara diraih oleh Amram Natali Opat untuk kategori putra dan Putri Anggraini untuk kategori putri. Sementara itu, kategori 5K dimenangkan oleh I Made Andika untuk kategori putra dan Virsya Umari Irsyad untuk kategori putri.
“Melihat Nuanu Run terus berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup aktif di Bali merupakan hal yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Lev Kroll.
Lev Kroll menegaskan, Nuanu Run bukan hanya sebuah ajang lari, tetapi juga langkah nyata dalam mewujudkan visi Nuanu sebagai lingkungan yang ramah bagi pejalan kaki, di mana aktivitas fisik dan interaksi sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Melalui acara ini, kami juga ingin mempererat kolaborasi dengan berbagai komunitas dan klub lari di Bali. Lari memiliki kemampuan untuk menyatukan orang-orang melalui semangat dan energi yang sama, dan kami berharap Nuanu dapat terus menjadi destinasi tempat orang datang, tinggal, dan berlari bersama,” harapnya.
Selain perlombaan, peserta dan pengunjung juga menikmati berbagai aktivitas di Race Village yang menghadirkan pertunjukan musik, tenant kuliner, serta beragam aktivasi komunitas yang menciptakan suasana meriah sepanjang hari.
Seiring Bali yang terus berkembang sebagai destinasi berbagai acara berbasis pengalaman dan gaya hidup aktif, Nuanu Run turut memperkuat posisi pulau ini sebagai rumah bagi kegiatan komunitas yang mendorong masyarakat untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan seimbang.
Penyelenggaraan acara ini juga menegaskan komitmen jangka panjang Nuanu Creative City dalam mendukung kesehatan dan kualitas hidup sebagai salah satu pilar utamanya, berdampingan dengan seni dan budaya, pendidikan, hiburan, kehidupan yang terinspirasi oleh alam, serta inovasi.
Menyusul keberhasilan edisi tahun ini, Nuanu Creative City berencana untuk terus mengembangkan Nuanu Run sebagai platform tahunan yang mempertemukan olahraga, kreativitas, dan keterlibatan komunitas di Bali.
“Ke depannya, kami juga menantikan berbagai fun run dan kegiatan komunitas lainnya yang akan hadir dalam beberapa bulan mendatang,” pungkas ujar Lev Kroll. [uja]


