TABANAN, balitourismnow.com – Masyarakat Hindu di Bali bakal peringati hari suci. Upacara Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot jatuh pada Rabu, 1 Juli 2026. Piodalan yang akan berlangsung selama empat hari bakal itu akan ditutup dengan prosesi nyineb pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Manajemen Operasional Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot tengah melakukan persiapan intensif dalam menyambut upacara Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot. Tak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga terkait keamanan dan kenyamanan.
Guna menjamin kelancaran dan keamanan jalannya upacara, Manajemen DTW Tanah Lot telah menyiagakan seluruh personil lapangan. Pengamanan dan pengaturan alur pengunjung akan dilakukan secara terpadu.
Selain itu, manajemen juga terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Panitia Pengemong Pura Luhur Tanah Lot agar kegiatan persembahyangan umat (pemedek) dan kegiatan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan harmonis.
Selama rangkaian karya Pujawali berlangsung, kawasan wisata Tanah Lot akan tetap beroperasi normal seperti biasa. Hal ini justru memberikan nilai tambah bagi para pengunjung, karena dapat menyaksikan budaya hidup.
“Kami memastikan bahwa operasional DTW Tanah Lot tetap buka seperti biasa untuk menyambut wisatawan,” kata Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana di tengah-tengah kesibukannya, Minggu 28 Juni 2026.
Momen Pujawali ini adalah kesempatan yang sangat istimewa, di mana wisatawan bisa menyaksikan langsung prosesi keagamaan dan kekayaan budaya Bali. “Prosesi ini sekaligus menjadi atraksi budaya dan spiritual yang berdampingan dengan keindahan panorama alam Tanah Lot,” ujarnya.
Sudiana kemudian menambahkan, berdasarkan estimasi operasional lapangan Manajemen DTW Tanah Lot, pengelola DTW Tanah Lot memberikan perkiraan rentang waktu pasang surut air laut selama periode Pujawali.
Rabu, 01 Juli 2026 (Buda Wage Langkir):
• Surut: 03.00 – 08.00 Wita & 16.00 – 22.00 Wita
• Pasang: 09.00 – 15.00 Wita & 23.00 – 03.00 Wita
Kamis, 02 Juli 2026 (Wraspati Kliwon Langkir):
• Surut: 04.00 – 09.00 Wita & 16.00 – 22.00 Wita
• Pasang: 10.00 – 15.00 Wita & 23.00 – 04.00 Wita
Jumat, 03 Juli 2026 (Sukra Umanis Langkir):
• Surut: 04.00 – 10.00 Wita & 17.00 – 23.00 Wita
• Pasang: 11.00 – 16.00 Wita & 00.00 – 04.00 Wita
Sabtu, 04 Juli 2026 (Saniscara Paing Langkir – Hari Nyineb):
• Surut: 05.00 – 11.00 Wita & 18.00 – 23.00 Wita
• Pasang: 12.00 – 17.00 Wita & 00.00 – 05.00 Wita
Meski perkiraan rentang waktu pasang surut air laut telah diberikan, namun manajemen menegaskan, data tersebut merupakan perkiraan awal. Situasi aktual pasang surut air laut di lapangan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika cuaca dan situasi alam laut.
Karena itu, pihak manajemen beserta petugas jaga di lapangan akan selalu memantau kondisi terkini guna memastikan keamanan dan keselamatan seluruh pamedek dan wisatawan yang menyeberang menuju area pura.
“Kami mengimbau kepara para pengunjung dan umat untuk selalu mengikuti arahan dari petugas keamanan dan pecalang yang bertugas di lokasi demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” harapnya. [san]


