Destinasi

The Nusa Dua, Destinasi Pariwisata Kelas Dunia Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat

MANGUPURA, balitourismnow.com – The Nusa Dua, destinasi resor mewah terpadu di pesisir selatan Bali itu tidak hanya dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga sebagai kawasan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong para pedagang pantai agar semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan pasar, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menghadirkan produk dan layanan yang berkualitas.

“Hari ini, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan bagi Paguyuban Pedagang Pantai untuk meningkatkan daya saing,” kata General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika disela-sela pelatihan itu, Jumat 17 Juli 2026.

Pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen dalam memberdayakan masyarakat sekitar kawasan sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh 63 peserta yang merupakan anggota paguyuban pedagang pantai di kawasan The Nusa Dua.

Pelatihan menghadirkan beberapa materi penguatan karakter wirausaha, pengelolaan usaha, strategi pemasaran, pelayanan prima (service excellence), serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar pariwisata.

Melalui pembekalan tersebut, para pedagang diharapkan mampu meningkatkan kualitas usaha, daya saing, dan nilai tambah produk maupun layanan yang diberikan kepada wisatawan.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC yang berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha lokal sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan destinasi pariwisata berkelas dunia,” imbuhnya.

Melalui program ini, ITDC mendorong para pedagang untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan agar semakin profesional, dan memiliki pola pikir (mindset) bisnis yang adaptif.

Disamping itu, agar mampu berinovasi dalam mengembangkan usahanya, memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada wisatawan, serta meningkatkan daya saing, dan pendapatan usaha secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pelaku usaha lokal sebagai bagian integral dari ekosistem pariwisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan The Nusa Dua.

Agus Dwiatmika menegaskan, keberadaan masyarakat dan pelaku usaha lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem pariwisata di The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

“Kami ingin mendorong para pedagang pantai agar semakin profesional, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menghadirkan produk dan layanan yang berkualitas sehingga dapat mendukung pengalaman wisata yang lebih baik bagi para pengunjung,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan dari Paguyuban Sekar Sari, Ni Wayan Adina Wati, mengapresiasi ITDC atas penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi para pedagang.

“Pelatihan ini memberikan banyak manfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan kemampuan melayani tamu dan menawarkan produk agar lebih menarik bagi pengunjung,” lanjutnya dengan nada senang.

Adina Wati yang mewakili teman-temannya kemudian berharap ITDC dapat terus menghadirkan program pembinaan, motivasi, serta melakukan monitoring secara berkala ke lapangan, sehingga aspirasi dan kendala para pedagang dapat terus didengar.

“Terima kasih kepada ITDC atas kesempatan dan pendampingan yang telah diberikan untuk mendukung perkembangan usaha kami,“ ungkapnya.

Ke depan, ITDC akan terus menghadirkan program pendampingan dan pengembangan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat maupun kawasan The Nusa Dua. [rls]

Shares: