GIANYAR, balitourismnow.com – Senyum para manajemen dan karyawan Tlaga Singha tampak lebih lebar dari biasanya. Maklum, para pekerja pariwisata di destinasi day club itu tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Tlaga Singha Tropical River Club.
Puncak perayaan hari jadi (anniversary) Tlaga Singha Tropical River Club 2026 berlangsung pada 21 Oktober 2026. Perayaan tahun ini dikemas meriah dengan mengedepankan semangat kebersamaan. Puncak perayaan ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan lima tahun Tlaga Singha.
“Perayaan ini sebagai bentuk syukur kami. Dalam menyambut HUT ini, kami juga melaksanakan berbagai kegiatan yang berorientasi pada kepedulian sosial dan peduli pada sesama,” kata General Manager Tlaga Singha Tropical River Club, Gede Sudarmadiasa.
Sebelum puncak perayaan, Tlaga Singha yang memiliki kolam renang tropis, dan restoran mewah yang berada di tengah pedesaan asri itu telah melaksanakan sejumlah program sosial sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-5.
Salah satunya adalah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar karyawan internal pada 22 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan diberikan kepada I Made Budi Sopiadnyana, seorang daily worker di bagian steward Departemen Food and Beverage Product (FBP). Bantuan ini diberikan dengan mempertimbangkan kondisi keluarganya.
Berdasarkan riwayat keluarganya, Sopi merupakan tulang punggung keluarga yang harus menanggung kebutuhan hidup kedua orang tuanya, seorang nenek, serta seorang adik yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kegiatan CSR kemudian berlanjut ke Seraya Barat dengan menyasar sejumlah keluarga yang membutuhkan bantuan. Penerima pertama adalah keluarga Bapak Sukerti, yang tinggal bersama empat orang lanjut usia (lansia).
Sebagai pekerja serabutan, penghasilan Sukerti relatif terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Tim CSR Tlaga Singha selanjutnya mengunjungi keluarga Bapak Putu di Seraya Barat. Ia tinggal bersama istri dan anaknya. Selama tujuh tahun terakhir, Bapak Putu tidak dapat berjalan dan hanya terbaring di tempat tidur.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, istrinya berjualan di warung, sekaligus menanggung biaya hidup suami dan anaknya. Sang anak juga memiliki keterbatasan dalam berjalan akibat faktor genetik sehingga belum dapat bekerja.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke kediaman Dadong Trima, yang tinggal bersama anak, menantu, dan seorang cucunya di Seraya Barat.
Bantuan diberikan setelah Dadong Trima kehilangan suaminya akibat penyakit kanker. Sementara itu, anaknya bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup istri, anak, dan ibunya.
Selain kegiatan sosial, Tlaga Singha juga menyelenggarakan kegiatan donor darah pada 25 September 2026 sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan mata yang bekerja sama dengan Ian Eyewear di Jalan Supratman, Tohpati, Denpasar.
Selanjutnya, pemeriksaan gula darah dilaksanakan bekerja sama dengan RS Ari Canti dan diikuti oleh 40 pasien. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar. Dari kegiatan tersebut, terkumpul 21 kantong darah.
Di bidang spiritual, Tlaga Singha juga menggelar tirtha yatra ke Pura Melanting, Pura Tirta Kawat, dan Pura Pulaki pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan implementasi ajaran Tri Hita Karana, khususnya aspek Parhyangan, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan.
“Tlaga Singha mengadakan tirtha yatra ke Pura Melanting, Pura Tirta Kawat, dan Pura Pulaki pada hari Minggu, 11 Oktober 2026 sebagai implementasi dari ajaran Tri Hita Karana dalam bidang Parhyangan,” ungkap Gede Sudarmadiasa. [dwi]


