Hotel

‘Sundowner Party’: Cara Fairfield by Marriott Bali Legian Memperkenalkan Produk Lokal Bali

MANGUPURA, balitourismnow.com – Sundowner Party yang digelar Fairfield by Marriott Bali Legian, bukan sebagai acara pesta biasa. Tetapi, lebih dari itu. Sebab, acara yang dihadiri para tamu undangan, Jumat 18 April 2025 itu sebagai acara untuk memperkenalkan produk local.

“Acara ini untuk lebih memperkenalkan Arak Bali, sehingga bisa masuk ke dunia internasional melalui hotel,” kata General Manager, Lasta Arimbawa didampingi Digital Marcom Coordinator, I Komang Ari Sadewa dan Assistant Sales Manager, Rema Putri Anggreni.

Acara ini dimeriahkan oleh Herlina yang memainkan Disc Jockey (DJ) penuh ekspresi, aksi Dewi yang bartender di Fairfield by Marriott Bali Legian, serta Arlin seorang Brand Ambassador Arak Bali Dewi Sri yang menyulap suasana menjadi lebih akrab dan bermakna.

Tamu yang hadir tampak menikmati acara tersebut, mulai dari sajian DJ, minuman hingga makanan dengan pilihan menu yang menggiurkan. “Malam ini kami berkolaborasi dengan arak local untuk membawa produk local ke hotel,” jelas Lasta Arimbawa.

BACA JUGA:  Legian Exploration Tips: A Friendly Guide for Your Bali Vacation

Sejak awal, Fairfield by Marriott Bali Legian bertumbuh bersama masyarakat lokal Bali. Apalagi sekarang ini ada Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 mengatur tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali, maka lebih serius lagi.

Peraturan ini sejalan dengan komitmen Fairfield by Marriott Bali untuk mendukung kemandirian pangan, meningkatkan nilai tambah, dan daya saing produk-produk lokal Bali. “Sejak awal, Mariot sangat konsen melakukan hal itu. Kemarin, menjajagi kerjasama di Tabanan,” imbuhnya.

Lasta Arimbawa mengaku tidak pernah ragu mempromosikan Arak Bali. Itu karena minuman local itu sudah disahkan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga sudah legal, dan tamu tidak usah ragu lagi dengan minuman Arak Bali.

“Tamu sangat positif dengan Arak Bali ini. Jika mereka bisa menikmati wine di negara yang berbeda-beda, karena minuman wine itu memang ada dimana-mana. Tetapi, kalau arak hanya ada di Bali, sehingga mereka harus ke Bali untuk bisa menikmatinya,” paparnya.

BACA JUGA:  Peduli Lingkungan, Lomba, CSR hingga Diskon: Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Sanur Resort Watujimbar

Arak ini mulai diperkenalkan di Fairfield by Marriott Bali Legian sejak dua tahun lalu. Para tamu merespon dengan positif, sehingga penjualan arak sangat lumayan dari sisi cocktail sebesar 35 persen. “Kalau dari sisi hotel, ini sebagai cara untuk mewujudkan sustainability,” ujarnya.

Hotel-hotel dibawah manajemen Marriott memiliki progam “Bali for Bali” untuk menyerap produk local, seperti beras, telur, sayur mayur, buah buah dan lainnya. “Sekarang kami sedang menggencarkan telur ayam yang dipelihara tidak memakai kandang sitem battery,” lanjutnya.

Untuk melanjutkan sustainability, Fairfield by Marriott Bali Legian sudah tidak memakai plastik sekali pakai, sterofom, serta memilah sampah berbasis sumber. Selain itu, juga menawarkan program mengajak tamu mengenal budaya Bali.

Hal itu diwujudkan melalui pembuatan canang (sesajen), latihan memainkan gemelan rindik, danm cocking class. “Kami mengajak tamu ke pasar membeli bahan, memasak, kemudian menikmatinya. Ini cara kami agar produk lokal bisa terserap di industry,” sebutnya.

BACA JUGA:  Maison Aurelia Sanur: Tawarkan Keheningan Nyepi dalam Kenyamanan Tak Tertandingi

Fairfield by Marriott Bali Legian juga memakai endek setiap Selasa, dan berbusana adat bali setiap Kamis. Itu karena mendukung program pemerintah untuk keberlanjutan. “Kami juga mengajak orang disabilitas, untuk bemberi kesempatan di dunia pariwisata,” tutupnya. [ana]

Shares: