Art & Culture

Bali International Fashion Festival Vol. 2 di Pullman Bali Legian Beach: Merangkul Kreativitas, Keberagaman dan Pertukaran Budaya

MANGUPURA, balitourismnow.com – Masih terbayang pesona budaya dan tren mode dalam Bali International Fashion Festival (BIFF) Vol. 2 di Pullman Bali Legian Beach, Minggu 24 Agustus 2025. Para model yang memperagakan karya para desainer melangkah indah, dan memikat.

Bali International Fashion Festival menghadirkan deretan desainer ternama, model internasional, dan pelaku industri kreatif dari berbagai belahan dunia. Mengusung tema “Harmony in Diversity”, bertujuan untuk menjaga keselarasan dalam keberagaman.

Hal itu merupakan gagasan bahwa perbedaan antara individu atau kelompok bukanlah penghalang, tetapi justru bisa menjadi kekuatan ketika diiringi sikap saling menghargai dan bekerjasama.

“Menjadi tuan rumah BIFF bukan sekadar menyediakan venue, melainkan merangkul kreativitas, keberagaman, dan pertukaran budaya,” kata General Manager Pullman Bali Legian Beach – Ravi Khubchandani disela-sela acara tersebut.

[irp]

Sebagai tuan rumah, Pullman Bali Legian Beach, bagian dari jaringan Accor Hotels, menjadi panggung yang mempertemukan kreativitas dunia dengan pesona Bali. Lokasinya strategis di antara Pantai Kuta dan Legian, beachfront resort ini menawarkan fasilitas berkelas internasional.

Itu selaras dengan ajang bergengsi seperti Bali International Fashion Festival. “Kami ingin menghadirkan momen inspiratif yang menyatukan orang dari berbagai belahan dunia,” harap Ravi Khubchandani.

GM Pullman Bali Legian Beach – Ravi Khubchandani dan Founder Bali International Fashion Festival – Lenny Hartono saat konferensi pers/Foto:

Menurut Ravi Khubchandani, kolaborasi ini sekaligus mencerminkan visi Pullman dalam memadukan gaya hidup, seni, dan budaya, serta memperkuat posisi Bali sebagai destinasi fashion, budaya, dan seni bertaraf internasional.

Salah satu event festival fashion terbesar di Bali ini akan menampilkan fashion show spektakuler dari berbagai daerah di Indonesia termasuk manca negara dengan kreatifitas dari para desainer, sehingga bisa membuka peluang kolaborasi internasional.

[irp]

Dimana Bali tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, tetapi juga sebagai destinasi kreatif dunia. “Melalui Bali International Fashion Festival, akan menjembatani industri fashion global dengan nilai-nilai kearifan local,” ujar Founder BIFF, Lenny Hartono.

Berbagai perbedaan, seperti suku, agama, budaya, dan latar belakang lainnya, hidup berdampingan secara harmonis dan damai.

Ungkapan ini menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan meskipun ada perbedaan yang dikonsepkan dalam sebuah fashion show dari berbagai latar belakang budaya tidak hanya dari para designer dari berbagai negara tetapi juga model yang ikut juga berasal dari berbagai negara.

Desainer ternama di Bali, Lenny Hartono mengatakan, jika event tahun ini jauh lebih berbeda dengan event sebelumnya. Sekarang ini lebih banyak melibatkan desainer internasional dan desainer lokal yang sudah sangat berpengalaman.

[irp]

Mereka berasal dari brand sudah dikenal secara internasional. BIFF kali ini juga memberi ruang inklusif dan membuka peluang pasar kreatif yang lebih besar dengan melibatkan mulai dări generasi muda sampai dengan senior tidak hanya desainer tetapi juga model yang terlibat.

“Harmony in Diversity ini tidak berarti menghilangkan perbedaan, tetapi justru merayakan dan memanfaatkan perbedaan tersebut untuk menciptakan masyarakat yang lebih kaya dan kuat serta kreatifitas tingkat tinggi dari para desainer untuk memperkenalkan kekayaan budaya,” paparnya.

Malam itu, para desainer yang ikut dalam Bali International Fashion Festival Vol. 2 – 2025 diantaranya untuk sesi 1: Athan Siahaan (Jakarta), Rifa, Faizal, Fanny IFP (Jakarta), Uchiqu (Malang, Omah Jahit by Andini (Malang), M Rizky J (Palanka Raya).

purwakanthi.co by Adi Sufrianto (Surabaya), Andy Sugix (Malang), Restu Pratiwi (Jakarta), DS. Devi Santi (Bali), Naeos by Boy Barja (Malang), Heny Juliana (Lombok), Ari EP Art (Bali), Frankie Lou (Bali), R3TTE by Tianita (Banyuwangi), Lenny Hartono (Bali).

Kemudian sesi 2 menampilkan Alcavella (Jakarta), Regina Salsabila (Jakarta), Anuar Faizal (Malaysia), Ali Charisma (Bali), Lytha Gallery (Timor Leste), Lovitalia (Italy), Ivan Tran (Vietnam), Sonny Muchlison (Jakarta), Dejong (Bali), Elice Seymour (Bali), BIASA (Bali,Italy). [rls]

Shares: