News

Perangkat Banjar Kertha Raharja Dikukuhkan: Pemimpinan Baru Menuju Banjar yang Rukun, Harmonis dan Berdaya Saing

DENPASAR, balitourismnow.com – Perangkat Banjar di Bali, tak hanya mengatur kehidupan sosial, adat dan administrasi masyarakat, tetapi juga menjaga kebersamaan warga melalui kegiatan gotong royong dan upacara, melestarikan budaya dan seni, serta mengurus administrasi kependudukan.

Karena itu, Kelian Banjar dan Perangkat Banjar Kertha Raharja Masa Bakti 2025–2028 dikukuhkan di Balai Banjar setempat, Kamis 30 Oktober 2025. Setelah dikukuhkan, para perangkat ini langsung berkomitmen untuk tetap rukun, harmonis, dan berdaya saing.

Acara pengukuhan dihadiri oleh Kepala Desa Sidakarya, I Wayan Madrayasa, S.H., Kepala Dusun Kertha Raharja, para penasihat dan penglingsir banjar, para kepala dusun dan kelian banjar dari seluruh wilayah Desa Sidakarya, serta seluruh warga Banjar Kertha Raharja.

Meski upacara pengukuhan itu berlangsung sederhana, namun sangat bermakna. Karena acara diselenggarakan secara swadaya dan gotong royong dengan penuh kebersamaan oleh warga yang menjadi bagian dari komunitas Banjar Kertha Raharja yang antusias.

BACA JUGA:  Bupati Adi Arnawa Hadiri Post Tour Exhibition BBTF di Desa Bongkasa Pertiwi

Menariknya, sebelum acara pengukuhan, warga Banjar Kertha Raharja melaksanakan kegiatan sebagai bentuk nyata partisipasi dan kepedulian sosial masyarakat. Kegiatan diawali dengan pemilihan Kelian Banjar yang berlangsung secara demokratis dan bermartabat.

Seluruh warga dari 90 Kepala Keluarga (KK) turut memberikan hak suaranya dalam suasana penuh kebersamaan dan keterbukaan. Meski ada perbedaan suara dalam pemilihan, namun mereka kompak untuk melanjutkan gotong royong bersama membersihkan lingkungan banjar.

Pelaksanaan program Bank Sampah Wadhah Wangi sebagai langkah menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, serta penyebaran program Desa Sidakarya berupa pasar murah dan layanan kesehatan gratis bagi warga yang membutuhkan.

Kepala Desa Sidakarya, I Wayan Madrayasa, S.H dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dusun, Bagus Komang Wiguna D.N. Karna, S.T., mengatakan, kepemimpinan di tingkat banjar merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat.

BACA JUGA:  68 Ribu Kursi Harga Khusus di Garuda Indonesia Online Travel Fair 2025

“Pemimpin banjar bukan hanya memimpin rapat, tetapi harus memimpin dengan hati. Harus menjadi teladan dalam disiplin, solidaritas, dan pelayanan kepada warga,” harap Bagus Komang Wiguna.

Bagus Komang Wiguna menambahkan, menjadi pemimpin warga tidak mudah asal tidak menjadikan kepemimpinan nya utk kepentingan pribadi, golongan atau kelompok, tetapi khusus utk kepentingan warga.

Pada kesempatan itu, juga memaparkan sejarah dipilihnya nama dusun menjadi Dusun Kertha Raharja oleh para penglingsir, agar kedepannya tempat ini sesuai arti raharja memberikan kemakmuran bagi yang tinggal.

Antusias warga menghadiri acara pengukuhan perangkat Banjar Kertha Raharja, Kamis 29 Okrober 2025/Foto: ist

Banjar Kertha Raharja diharapkan menjadi contoh bagi banjar lain dalam menjaga kebersamaan dan ketertiban lingkungan. “Saya mengapresiasi semangat warga dalam melaksanakan acara secara mandiri. Ini wujud nyata semangat ngayah yang menjadi dasar budaya Bali,” tambahnya.

BACA JUGA:  Enam Pesisir Pantai di Bali Utara Menjadi Pusat Gerakan Buleleng Bersih Sampah

Penasihat Banjar, I.B. Gede Bagiyasa, selaku penglingsir dan penasihat Banjar Kertha Raharja, mengingatkan, agar kepemimpinan dijalankan dengan ketulusan dan rasa tanggung jawab.

“Jabatan ini adalah amanah. Banjar bukan sekadar tempat tinggal, tetapi rumah besar yang harus dijaga dengan hati dan rasa hormat lintas generasi,” pesan I.B. Gede Bagiyasa.

Sekretaris Banjar Kertha Raharja, Yudhi Mahendra menekankan, pentingnya komunikasi terbuka dan kerja sama antarperangkat untuk meningkatkan pelayanan kepada warga. “Kinerja banjar akan maksimal jika semua perangkat bersinergi,” sebutnya.

Pihaknya akan memastikan setiap program berjalan tertib, transparan, dan bermanfaat langsung bagi warga. “Semua keputusan akan dikomunikasikan secara terbuka agar tercipta kepercayaan dan semangat bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Dari Rempah ke Cerita: Will Meyrick Menemukan Esensi Kuliner Kolkata

Perwakilan warga, Ibu Sondang menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan baru. “Kami siap mendukung setiap program positif untuk banjar, baik dalam kebersihan, keamanan, maupun kegiatan sosial. Terpenting komunikasi tetap terbuka dan suasana rukun selalu dijaga,” ujarnya.

Kelian Banjar Kertha Raharja, Komang Artana menegaskan komitmennya untuk membangun banjar yang transparan dan melibatkan seluruh warga. “Kami ingin Banjar Kertha Raharja menjadi lingkungan yang bersih, aman, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Semua warga diajak untuk harus merasa memiliki semangat rukun, harmonis, dan berdaya saing akan terus dijaga. Apalagi, belakangan ini budaya Bali menghadapi tantangan degradasi akibat arus modernisasi dan globalisasi.

“Sebagai Banjar Dinas yang warganya berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama, Banjar Kertha Raharja memiliki tanggung jawab dan fokus yang lebih luas – tidak hanya menjaga nilai-nilai adat dan tradisi, tetapi juga menumbuhkan toleransi, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” terangnya.

BACA JUGA:  Ascott Area Bali Peringati Global Accessibility Awareness Day: Ajak Anak-anak YPAC Bali Membuat Gelang dan Menghias Donat

Komang Artana menegaskan, sebagai bagian dari masyarakat adat, Banjar Kertha Raharja berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga, menghidupkan, dan mewariskan budaya yang menjadi landasan kepariwisataan Bali.

Melalui kegiatan adat, seni, dan kebersamaan warga, kami ingin meneguhkan kembali jati diri Bali yang harmonis, beretika, dan berakar pada nilai-nilai Tri Hita Karana. “Kami bertekad menjadikan kebersamaan warga sebagai kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang bersih, tertib, serta berbudaya,” ujarnya.

Ke depan, berbagai program akan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya lokal, dan peningkatan partisipasi generasi muda dalam kegiatan sosial, budaya, dan pelestarian alam. “Semua itu menuju kehidupan yang lestari dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama, penyerahan surat keputusan pengukuhan, dan sesi foto bersama dalam suasana hangat penuh kebersamaan. Ini menjadi awal untuk terus berkembang dan memperkuat identitasnya sebagai banjar yang maju, mandiri, dan berbudaya.

BACA JUGA:  Siswa SDN Gerupuk Ceria Ketika Menerima Bantuan Perlengkapan Sekolah dari ITDC

Visinya; “Mewujudkan Banjar Kertha Raharja yang rukun, harmonis, dan berdaya saing sehingga memiliki identitas dan kebanggaan dengan nilai luhur untuk kebersamaan lintas generasi.” [buda]

Shares: