Profil

I Wayan Karta: Menyajikan Budaya di Hotel Itu Penting

MANGUPURA, balitourismnow.com – Kekuatan pariwisata Bali adalah budaya, selain alamnya. Maka jangan salah, hotel mengedepankan budaya lokal dan praktik ramah lingkungan untuk menarik kunjungan karena menawarkan pengalaman unik, otentik dan bertanggung jawab.

Itu pula dilakukan THE 1O1 Bali Fontana Seminyak. Tren pariwisata berkelanjutan diminati wisatawan modern yang mencari makna lebih dalam dengan alam serta komunitas setempat. Konsep eco-resort, konservasi energi, penggunaan bahan alami mendukung pelestarian budaya dan alam.

“Paling tidak produk kita mencerminkan ramah lingkungan. Apalagi belakangan ini Bali disorot tentang lingkungan yang kurang tertata, seperti banyak sampah dan banjir. Maka, apa yang kami lakukan itu lebih dari pada pengurangan sampah,” kata General Manager, I Wayan Karta, Jumat 26 Desember 2025.

Karta kemudian mencontohkan pembuatan Pohon Natal yang memanfaakan bahan ramah lingkungan, sehingga gampang didaur ulang. Jika tahun sebelumnya menggunakan bahan ranting bambu, maka tahun ini menggunakan bahan daun pandan yang disulap menjadi benda seni.

[irp]

Bambu yang menjadi rangka dasar itu tidak dubuang setekah dipakai, melainkan dipakai kembali atau di regenerative lagi. Tentu dengan mengubah konsepnya, sehingga menjadi lebih baru. “Banyak hotel yang sudah melakukan hal itu, sehingga menjadi kebanggaan,” ucapnya.

Ada hotel yang menggunakan dari sambuk, ental, kulit telor, buah kelapa dan lainnya ditata menarik. “Itu menunjukan kalau Bali selalu kreatif dalam urusan seni. Apalagi kontek untuk menarik pariwisata, social dan budaya, itu memebuat wisatawan datang ke Bali,” ungkapnya.

Budaya, lanjut Karta, sangat penting disajikan di dalam hotel. Karena itu, dalam sebuah perayaan, THE 1O1 Bali Fontana Seminyak sudah biasa menyajikan budaya dari berbagai daerah di Indonesia yang menggambarkan Bhineka Tunggal Ika.

Termasuk pada momen akhir tahun ini menampilkan busana berbagai daerah. Termasuk menyajikan seni pertunjukannya, juga budaya kluliner. “Kami menyuguhkan Tari Bali dan kuliner lokal untuk menunjukan pariwisata Bali itu adalah budaya,” imbuhnya.

[irp]

Hal itu juga sering ditunjukan dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Para karyawan memakai busana daerah masing-masing untuk menunjukan keberagaman sebagai cerminan dari Bhineka Tunggal Ika itu.

Menyajikan unsur budaya dalam hotel, semata-mata untuk meningkatkan kunjungan. Sajian seni budaya itu akan membuat mereka lebih lama berwisata di Bali. “Sayangnya, okupansi tahun ini turun hampir 10-15 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu,” ucapnya.

Menurut Karta, mungkin karena cuaca menjadi pertimbangan, karena hal itu menjadi perhatian mereka sebelum berwisata. “Biasanya mobil plat luar Bali dan lainnya sudah penuh di jalananan, namun belakangan ini nyaris tidak ada,” ucapnya. [buda]

Shares: