DENPASAR, balitourismnow.com – Gamelan bleganjur enerjik dimainkan penabuh remaja mengiringi para undangan memasuki Amphitheater Living World Denpasar. Sementara, area duduk terbuka dipenuhi pengunjung untuk dapat menikmati setiap acara yang disuguhkan di atas stage.
Itulah suasana penutupan “Bali Nusra Grate Sale 2025”, Jumat 16 Januari 2026. Festival belanja tahunan bergengsi itu sukses diselenggarakan pada periode 12 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026. Acara penutupan dimeriahkan penampilan Music Academy dan fashion show
“Pencapaian luar biasa, sepanjang periode pelaksanaan Bali Nusra Great Sale 2025 mencatat peningkatan performa hingga lebih dari 100% dibandingkan tahun 2024,” kata Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Provinsi Bali, Zenzen Guisi Halmis dalam sambutannya.
Acara penutupan menjadi istimewa dengan dukungan penuh Kementerian Pariwisata Indonesia, Kementrian Perdagangan, Kementrian Koordinator bidang perekonomian, Pemerintah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara, dan APPBI.
Ada pameran Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) Dekranasda Kota Denpasar yang diadakan di Ground Hall, Ground Floor Living World Denpasar. Puncak acara diisi penyerahan berbagai hadiah bergengsi bagi para pemenang Top Spender.
“Sebagai ajang berskala regional, program Bali Nusra Grate Sale 2025 ini melibatkan industri pusat perbelanjaan, perdagangan, pariwisata, ekonomi dan ritel di wilayah Bali serta Nusa Tenggara,” terang Zenzen Guisi Halmis.

Program Bali Nusra Great Sale di dukung oleh kementrian pariwisata, kementrian perdagangan, koordinator bidang perekonomian, serta pemerintah provinsi Bali, Program kolaboratif ini diikuti oleh lebih dari 18 pusat perbelanjaan, terdiri dari 16 mall di Bali dan 2 mall di Nusa Tenggara.
Mall itu, yaitu Beachwalk, Benoa Square, Discovery Mall Bali, Duta Plaza Denpasar, Eccos Living Plaza, ICON BALI, Level 21 Mall, Lippo Plaza Kupang, Lippo Mall Kuta, Living World Denpasar, Lombok Epicentrum Mall, Park 23, Plaza Renon, Samasta Bali, Seminyak Square, Seminyak Village, Sidewalk Jimbaran, dan Trans Studio Mall Bali.
“Festival ini bertujuan untuk meningkatan trafik di semua mall. Melalui festival ini, Bali bisa pulih dan normal, bahkan bisa naik lagi. Sebab, dari 18 member hampir semuanya mendapat impact, karena ada transaksi karena dikenal medianya,” ucapnya.
Dukungan Bank BCA, festival ini menghadirkan penawaran diskon hingga 70% di berbagai sektor ritel. Kemudahan transaksi dari Bank BCA terbukti efektif dalam meningkatkan kunjungan ke pusat perbelanjaan, mendorong volume belanja.
Termasuk memberikan dampak ekonomi signifikan bagi mall, tenant, UMKM, dan tenaga kerja sektor ritel, serta transaksi ekonomi. “Tahun depan, Bali Nusa Great Sale akan diadakan kembali,” imbuhnya.
Festival belanja ini menyajikan berbagai aktivitas dan kompetisi dengan total hadiah untuk lebih dari 150 pemenang digelar untuk meningkatkan antusiasme pengunjung, diantaranya;
Grand Prize High Spender: Hadiah utama bagi pelanggan dengan total akumulasi belanja tertinggi. Penilaian dilakukan berdasarkan data penukaran struk belanja di seluruh mall peserta, dengan kemudahan verifikasi transaksi bagi pengguna Bank BCA.
Weekly Top Spender All Mall & Red Friday Roadshow: Program apresiasi mingguan bagi pelanggan dengan pembelanjaan tertinggi yang dikemas melalui konsep roadshow dan promo eksklusif.
Ini sukses diadakan di Level 21 Mall, Lombok Epicentrum, Discovery Mall, Lippo Mall Kuta, Samasta Jimbaran dan Sidewalk Jimbaran, Plaza Renon, Duta Plaza, Seminyak Village dan Seminyak Square.
Tenant Competition – All Mall Category: Kompetisi untuk mendorong kreativitas dan performa penjualan seluruh tenant anggota APPBI DPD Bali Nusra.
Sinergi Pariwisata dan Ritel, Melalui kolaborasi strategis dengan Bank BCA, BINA Belanja, HIPMI BALI dan Dekranasda, Bali Nusra Great Sale 2025 ini memperkuat peran pusat perbelanjaan sebagai destinasi wisata unggulan.
“Keberhasilan tahun ini semakin mengukuhkan posisi festival ini sebagai agenda tahunan strategis yang berkontribusi nyata dalam penguatan industri ritel, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif di Bali dan Nusa Tenggara,” tegas Zenzen Guisi Halmis.
Ketua DPP APPBI, Alphonzus Widjaja mengatakan, Bali Nusra Grate Sale ini sudah kesekian kali digelar, tetapi kali ini khusus diperluas. Target penjualan semaksimal mungkin yang dilakukan oleh DPD APPBI Provinsi Bali.
“Pada Triwulan 1 di tahun 2026, ada Ramadan dan Idulfitri, sehingga menjadi momen baik. Termasuk di tahun baru 2026, terjadi kenaikan upah minimum, ada banyak hari raya sehingga ada Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan mendorong target penjualan,” ujarnya.
Sedangkan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, jika Triwulan 1 ada berbagai hari raya, maka pada triwulan berikutnya yang lagi low, bisa dikerjasamakan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Pemerintah Daerah. [buda]


