MANGUPURA, balitourismnow.com – Pedagang pantai juga merupakan stakeholder pariwisata. Mereka terlibat langsung dalam operasional destinasi wisata. Peran mereka penting dalam menyediakan fasilitas (makanan), menjaga kebersihan lingkungan dan pengalaman wisatawan.
Maka tak heran, Paguyuban Pedagang Pantai di Kawasan The Nusa Dua mengikuti pelatihan terkait pariwisata. Pelatihan ini diberikan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua berkolaborasi dengan Merusaka Nusa Dua.
Pelatihan Paguyuban Pedagang Pantai Kawasan The Nusa Dua itu berlangsung di Wantilan, Kantor ITDC, pada Selasa 3 Pebruari 2026. Pelatihan dibawakan oleh Assistant Learning & Development Manager, Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari Koperasi Unit Desa (KUD) Yasa Segara Bengiat, Paguyuban Mertha Segara, dan Paguyuban Sekar Nusa, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat lokal di The Nusa Dua.
“Pelatihan paguyuban pedagang pantai ini akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026 sebagai wujud kolaborasi InJourney Group untuk masyarakat,” kata Vice President Commercial and Relation The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti.
Materi pelatihan pada tiga aspek utama, yaitu Sustainability/Green Initiative, Communication Skill in Hospitality Industry, dan Pencegahan Pelecehan Seksual, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai standar pariwisata global.
“Saya apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara ITDC The Nusa Dua dan Merusaka Nusa Dua dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat lokal. Pelatihan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas layanan dan lingkungan,” ucap Damayanti.
Pelatihan ini, lanjut Damayanti termasuk menjaga citra The Nusa Dua sebagai Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven yang berkelas dunia, dimana paguyuban pedagang pantai memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan.
“Melalui program ini, ITDC berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi pelatihan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari, sehingga kualitas layanan, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing kawasan The Nusa Dua dapat terus terjaga,” imbuh Damayanti.
Executive Assistant Manager Merusaka Nusa Dua, Agung Aryawati menyampaikan sinergi antar member InJourney Group menjadi kunci dalam menjawab tantangan pariwisata saat ini.
“Perkembangan pariwisata saat ini menuntut seluruh pelaku usaha di kawasan untuk terus meningkatkan profesionalisme layanan, sikap ramah dan beretika, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar Agung Aryawati.
Agung Aryawati kemudian berharap, kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi keberlangsungan usaha masyarakat local.
Ketua KUD Yasa Segara Bengiat, I Wayan Sudarya mengaku, kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan. “Ini dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, sekaligus mendorong keberlanjutan usaha masyarakat lokal,” terangnya. [rls]


