Hotel

13 Tahun Perjalanan Pramana Experience, Resmikan Berlima Boutique Resort

GIANYAR, balitourismnow.com – Merayakan tahun ke-13 perjalanan Pramana Experience, Minggu 26 Agustus 2026, sangat istimewa. Acara penuh kekeluargaan itu, tak hanya diisi pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur, tetapi juga meresmikan Berlima Boutique Resort.

Berlima Boutique Resort, sebuah destinasi baru yang merepresentasikan fase pertumbuhan yang lebih matang, reflektif, dan terarah dalam pengembangan hospitality berbasis pengalaman bermakna. Kahadiran Berlima Boutique Resort, disambut suka cita keluarga Pramana.

Sore itu, staff dan pegawai dari seluruh akomodasi yang dikelola Pramana Experience mengalir datang ke Berlima Boutique Resort yang juga merupakan area UNAME Ubud by Pramana. Mereka mengenakan busana putih melangkah pasti, sembari terus menebar senyum gembira.

Perayaan hari jadi ini dihadiri oleh semua Dewan Direksi Pramana Experience, yaitu I Wayan Suarsa (Chief Executive Officer/CEO), I Wayan Wardika (Komisaris Utama), I Nyoman Sudirga Yusa dan I Ketut Suyasa serta I Wayan Partana (Komisaris).

“Berlima Boutique Resort adalah refleksi dari perjalanan kami selama 13 tahun—bagaimana kami membangun ruang yang tidak hanya dilihat, tetapi dirasakan,” kata I Wayan Suarsa saat memberikan sambutan.

Peluncuran Berlima Boutique Resort sangat menarik, yakni dengan konsep Panca Maha Bhuta, lima elemen dasar penyusun alam semesta yang terdiri dari Prithvi (tanah), Apas (air), Tejas (api), Vayu (udara), dan Akasa (ruang/ether).

Hal itu ditandai dengan kelima Dewan Direksi Pramana Experience yang masing-masing menyalakan api, dimana cahaya ini sebagai simbol berlima lahir dari niat yang sama menghadirkan ruang yang memberi arti.

Dilanjutkan dengan menanam tanam yang berbeda, akarnya untuk menghormati tempat, ketenangan dan kesucian menandai elemen tanah. Elemen air, disimbolkan dengan menyiram tanaman sebagai sumber kehidupan, tanpa henti merawat simbol kesinambungan.

Elemen ruang atau akasa, ditandai dengan tempat kesadaran melalui semesta untuk tetap melangkah kedepan. Lalu elemen udara atau bayu adalah nafas kehidupan yang tidak terlihat dan selalu hadir yang diwujudkan dengan pelepasan burung sebagai simbol kebebasan.

Dewan Direksi Pramana Experience menyalakan api tanda peresmian Berlima Boutique Resort/Foto: buda

Puncak perayaan diisi dengan pemotongan tumpeng, cheers wine yang dilakukan oleh seluruh Dewan Direksi diatas panggung, lalu diikuti seluruh peserta. Acara juga diisi dengan penyematan pin bagi operational manager dan penyerahan hadih bagi para pemenang futsal.

Suarsa kemudian menegaskan, kehadirian Berlima Boutique Resort di tengah situasi kini memang menjadi tantangan. Situasi di Timur Tengah yang dimana konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sehingga ada banyak tantangan khususnya dalam pariwisata Bali.

“Ini awal dari babak baru yang lebih reflektif, bernavigasi, dan tetap berakar pada nilai yang kami pegang,” ujar Suarsa yang mengaku selama ini Pramana Experience mampu melewati tantangan dari tahun ke tahun itu.

Momentum ini menandai ekspansi portofolio, dan menjadi refleksi dari prinsip yang terus membentuk perjalanan perusahaan—memperkuat fondasi, meningkatkan kualitas operasional, serta bertumbuh dengan kesadaran dan adaptabilitas di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Simbol transformasi dan keberlanjutan

Perayaan 13 tahun ini juga diwujudkan melalui identitas visual yang sarat makna. Logo anniversary ke-13 Pramana Experience terinspirasi dari Ongkara, simbol sakral dalam budaya Bali yang merepresentasikan energi semesta, harmoni, dan keseimbangan spiritual.

Dilingkupi oleh bentuk lotus, simbol tersebut mencerminkan transformasi, keberlanjutan, serta koneksi yang mendalam terhadap akar budaya.

Sebagaimana Ongkara melambangkan asal mula kehidupan dan getaran, tahun ke-13 ini menjadi representasi frekuensi baru yang tetap berakar pada tradisi, namun terus berkembang menuju masa depan.

Sudirga Yusa mewakili Presiden Komisaris mengatakan, Pramana Experience memiliki fondasi jasa yaitu people. Semua bisnis hotel sumbernya people. “Yang lain juga penting, tetapi people yang terpenting,” ucapnya.

Bagi Pramana, manusia yang memiliki sumber daya sangat penting. “Tidak banyak perusahan hospitality yang mau membina kadernya, mereka biasanya mencari yang sudah jadi. Beda dengan Pramana manusia ini sangat penting untuk fondasi. Modalnya adalah manusia yang terus bertumbuh,” sebutnya.

Sudirga Yusa menambahkan, pembukaan Berlima Boutique Resort menjadi simbol nyata dari perjalanan dan transformasi Pramana Experience. Berlima mengusung filosofi Spirit of Five Elements serta kesederhanaan alami.

Berlima hadir sebagai sebuah ruang yang tidak hanya dirancang secara fisik, tetapi juga memiliki makna. Karena itu, desain, cerita, dan lingkungan berpadu dalam harmoni yang tenang, menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar menginap.

Suasananya intim dan autentik, mengajak setiap tamu untuk terhubung lebih dalam dengan alam, budaya, dan dirinya sendiri. Komitmennya terus menghadirkan hospitality yang berfokus pada pengalaman personal, koneksi budaya, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Pembukaan Berlima Boutique Resort menjadi awal dari fase baru—sebuah perjalanan yang dibangun diatas fondasi yang kuat, namun terus berkembang secara adaptif dalam menghadapi masa depan.

Perayaan melalui koneksi dan dampak

Perayaan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian waktu, tetapi juga pada manusia, tujuan, dan nilai yang dibangun bersama. Berbagai inisiatif dihadirkan untuk memperkuat koneksi internal sekaligus memberikan dampak yang lebih luas.

Ketua Panitia, Tude melaporkan, perayaan tahun ke-13 perjalanan Pramana Experience melakukan kegiatan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana, konsep berakar pada tiga hubungan.

Kegiatan dimulai dari Pebruari yang diawali dengan melakukan persembahyangan di Pura Melanting dan Pulaki sebagai konsep Parahyangan, hubungan manusia dengan Tuhan. Kegiatan futsal kompesiti antar unit, sebagai konsep Pawongan hubungan manusia dengan sesama.

Kompetisi ini disambut antusias dari masing-masing unit, sehingga ada 16 tim bertanding. Ini lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini merefleksikan nilai kerja tim, resiliensi, dan koneksi yang menjadi fondasi operasional sehari-hari.

Selain itu, juga melakukan CSR Program di Nusa Ceningan yang berfokus pada kontribusi nyata bagi komunitas lokal melalui keterlibatan langsung dan berdampak berkelanjutan. Pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan kontribusi nyata bagi lingkungan dan komunitas setempat.

Pemilihan Nusa Ceningan sebagai lokasi juga sejalan dengan komitmen Pramana Experience dalam mendukung destinasi yang menjadi bagian dari perjalanan perusahaan, termasuk Pramana Nusa Ceningan, properti terbaru yang dibuka pada pertengahan tahun lalu.

Selanjutnya, Eco Enzyme Initiative di Pura Segara Ulun Danu Batur sebagai konsep Palemahan, hubungan manusia dengan alam. Pramana Experience secara konsisten mengimplementasikan inisiatif pengolahan limbah organik di masing-masing properti.

“Melalui program eco enzyme, limbah organik diolah menjadi solusi alami yang bermanfaat, menciptakan keseimbangan antara kesadaran lingkungan dan tanggung jawab operasional,” papar Tude. [buda]

Shares: