MANGUPURA, balitourismnow.com – Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP PAR–SPSI) Kabupaten Badung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 di 100 Sunset Kuta Hotel, Sabtu 25 Juli 2026.
Momentum tersebut dimanfaatkan organisasi untuk mengevaluasi perjalanan selama tiga dekade sekaligus menyuarakan sejumlah persoalan ketenagakerjaan di sektor pariwisata. Puncak peringatan diisi dengan pemotongan tumpeng.
Ketua PC FSP PAR–SPSI Kabupaten Badung, Slamet Suranto mengatakan, usia 30 tahun merupakan tonggak kedewasaan organisasi. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan, terutama terkait peningkatan kesejahteraan pekerja.
“Peringatan HUT ke-30 ini menjadi momentum introspeksi atas perjalanan organisasi sekaligus memikirkan langkah ke depan. Kami bangga karena selama 30 tahun anggota telah menjalankan tugas dengan baik, tetapi pekerjaan rumah kami masih banyak,” ujarnya.
Salah satu harapan FSP PAR–SPSI adalah agar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Badung semakin mendekati Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Bali yang mencapai Rp5,2 juta.
“Tahun ini UMK Badung baru sekitar 74 persen dari KHL. Kami berharap dapat meningkat menjadi 85 hingga 90 persen, tentu menyesuaikan ketentuan pemerintah,” katanya.
Selain itu, pihaknya menyoroti masih maraknya wisatawan asing yang bekerja maupun mendirikan perusahaan secara ilegal di Bali. Kondisi tersebut dinilai merugikan pekerja lokal, mengganggu iklim usaha, serta berpotensi mengurangi pendapatan daerah.
“Kami berharap pemerintah dan aparat lebih serius menertibkan praktik tersebut karena sudah berlangsung cukup lama dan belum tuntas,” tegasnya.
Slamet menjelaskan, PC FSP PAR–SPSI Kabupaten Badung berdiri sekitar 30 tahun lalu setelah lahirnya regulasi yang memungkinkan pembentukan federasi serikat pekerja. Saat ini organisasi memiliki sekitar 4.000 anggota, menurun dibandingkan masa awal yang mencapai sekitar 17.000 anggota seiring munculnya berbagai serikat pekerja lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, yang mewakili Bupati Badung, mengapresiasi konsistensi FSP PAR–SPSI dalam memperjuangkan hak-hak pekerja pariwisata.
“Selama ini FSP PAR menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis. Kami berharap organisasi ini semakin profesional, solid, dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ujarnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-30 FSP PAR–SPSI Badung diisi dengan lomba paduan suara Mars SPSI, hiburan, dan pemberian penghargaan. Dalam lomba tersebut, Paradisus by Meliá meraih predikat Juara Terbaik, sedangkan Juara I, II, dan III masing-masing diraih Sol by Meliá Benoa, Ayodya Resort Bali, dan Hilton Bali. [buda]


