News

ITDC Perkuat Posisi The Nusa Dua sebagai Destinasi MICE Kelas Dunia melalui Penyelenggaraan ICANN87

MANGUPURA, balitourismnow.com – Kepercayaan komunitas internet global untuk menyelenggarakan ICANN87 Annual General Meeting di Bali menjadi momentum strategis bagi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) berkelas dunia.

Acara tersebut berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, forum internasional ini mempertemukan komunitas internet global untuk membahas tata kelola internet sekaligus membuka peluang kolaborasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata di kawasan.

ICANN87 merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebagai tuan rumah lokal. Forum ini membahas berbagai isu strategis terkait tata kelola internet global, keamanan dan stabilitas sistem penamaan domain, serta perkembangan ekosistem digital.

Penyelenggaraan forum ini di Bali menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran dalam ekosistem digital internasional sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata nasional kepada komunitas global.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika menyampaikan, penyelenggaraan forum internasional seperti ICANN87 menjadi kesempatan untuk meningkatkan eksposur global sekaligus menunjukkan kesiapan The Nusa Dua dalam mendukung kegiatan berskala internasional.

“Penyelenggaraan ICANN87 menjadi kesempatan bagi The Nusa Dua untuk memperkuat eksposur internasional sekaligus menunjukkan kapasitas kawasan dalam mendukung forum global. Bagi kami, pengembangan MICE bukan hanya tentang menghadirkan acara berskala besar, tetapi juga membangun ekosistem destinasi yang menghubungkan kegiatan bisnis internasional dengan keunggulan fasilitas, layanan, dan pengalaman wisata di Bali,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari pihak penyelenggara, ICANN87 diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 peserta, di luar tamu VIP. Sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah juga dijadwalkan hadir, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Viada Hafid, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

Kehadiran para pejabat tersebut diharapkan memperkuat nilai strategis kegiatan sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan forum internasional.

Sebagai pengelola kawasan, ITDC memastikan kesiapan infrastruktur, kualitas lingkungan destinasi, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran penyelenggaraan ICANN87. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menjaga standar layanan dan memperkuat daya saing The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata terpadu yang mampu memenuhi kebutuhan kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Penguatan sektor MICE di The Nusa Dua didukung oleh kinerja pariwisata kawasan yang menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data kumulatif Januari–September 2026, jumlah kunjungan ke The Nusa Dua mencapai 363.621 kunjungan, meningkat 2,87% dibandingkan periode yang sama pada 2025, yaitu sebanyak 353.482 kunjungan.

Kinerja akomodasi juga menunjukkan perkembangan yang positif. Tingkat okupansi hotel pada September 2026 tercatat sebesar 84,42%, meningkat 0,61 poin persentase dibandingkan September 2025 yang mencapai 83,81%. Sementara itu, rata-rata lama tinggal (Average Length of Stay/ALOS) meningkat dari 2,64 malam pada September 2025 menjadi 2,92 malam pada September 2026.

Peningkatan lama tinggal tersebut membuka peluang untuk mengoptimalkan belanja wisatawan melalui berbagai layanan dan aktivitas pendukung, seperti kuliner, transportasi, rekreasi, dan pengalaman wisata lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata tidak hanya tercermin dari jumlah kunjungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi ekosistem usaha di kawasan.

Dari sisi pasar, Australia masih menjadi kontributor utama wisatawan mancanegara ke The Nusa Dua, diikuti oleh pasar internasional lainnya serta wisatawan domestik. Keragaman pasar ini menjadi modal penting dalam menjaga daya tarik kawasan sekaligus memperkuat ketahanan industri pariwisata di tengah dinamika permintaan global.

Agus Dwiatmika menegaskan, pertumbuhan kinerja pariwisata perlu diiringi strategi pengelolaan kawasan yang berorientasi pada penciptaan nilai ekonomi jangka panjang. “Ke depan, ITDC akan terus memperkuat sinergi dengan pengelola hotel, penyelenggara kegiatan, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan peluang MICE. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan aktivitas di The Nusa Dua berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan, pengalaman wisatawan, dan peluang usaha bagi masyarakat lokal,” tambahnya.

Sebagai salah satu kawasan pariwisata terpadu unggulan di Indonesia, The Nusa Dua didukung oleh fasilitas akomodasi, infrastruktur pertemuan, serta lingkungan destinasi yang menunjang penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dan internasional. Integrasi berbagai fasilitas dan layanan tersebut menjadi modal strategis untuk menarik konferensi, pertemuan bisnis, serta agenda global yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi pariwisata.

ITDC terus memperkuat pengelolaan kawasan dengan mengedepankan kualitas layanan, koordinasi lintas pemangku kepentingan, dan keberlanjutan destinasi. Melalui sinergi dengan pengelola hotel (tenant), penyelenggara acara, pemerintah, dan pelaku usaha, ITDC berupaya memastikan pengembangan sektor MICE berjalan selaras dengan peningkatan kualitas destinasi serta penciptaan manfaat ekonomi yang lebih luas. [rls]

Shares: