Art & Culture

Festival Ogoh-ogoh GWK Cultural Park: Dimeriahkan 13 Sekaa Teruna di Kuta Selatan, Digelar Hingga Mei 2025

MANGUPURA, balitourismnow.com – Wisatawan yang sedang berwisata di Bali setelah Hari Raya Nyepi, bisa menyaksikan atraksi ogoh-ogoh di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, daya tarik wisata di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang terbuat dari bahan-bahan ringan seperti bambu dan kertas menggambarkan kepribadian “Bhuta Kala” dalam kebudayaan Bali, dan menjadi ikon ritual penting dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

Ogoh-ogoh biasanya diarak dan diiringi gamelan bleganjur oleh pemuda pada Hari Raya Pengrupukan, sehari menjelang Nyepi. Kini disajikan kepada wisatawan yang belum sempat menyaksikan saat pengurupukan, kemarin.

“Dalam rangka menyemarakkan momen spesial libur Lebaran, GWK Cultural Park menyajikan pertunjukan spektakuler Baraong Show dan Festival Ogoh-ogoh GWK,” kata Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, Rabu 2 April 2025.

[irp]

Semangat para pemuda yang mengarak ogoh-ogoh dalam festival ini tak jauh beda pada saat Hari Pengrupukan pekal lalu. Mereka menari kegirangan mengikuti irama gamelan bleganjur yang enerjik dan hidup. Terkadang bersorak sesuai tema ogoh-ogoh yang diarak.

Festival Ogoh-ogoh GWK menjadi salah satu event tahunan yang menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Festival Ogoh-ogoh dirancang dengan konsep “pesta rakyat”. Kali ini, Festival Ogoh-ogoh GWK ini merupakan ke-5 yang selalu menarik.

Bagi wisatawan yang tidak sempat melihat perayaan ogoh-ogoh saat menyambut Hari Raya Nyepi, festival ini menjadi hiburan tambahan bagi para pengunjung. Festival ini diadakan di waktu yang tepat, sehingga wisatawan menyambut antusias.

“Kami senang karena wisatawan senang, sehingga tiket masuk ke area Festival Ogoh-goh telah terjual lebih dari 10 ribu. Ini, mungkin karena bertepatan harinya dengan Lebaran, sehingga libur panjang ini menarik untuk menyaksikan budaya Bali,“ ujarnya.

[irp]

Rossie menjelaskan, kegiatan festival ini menjadi ajang kolaborasi dan kompetisi dari komunitas seni, banjar serta sekaa teruna di Bali. Event ini merupakan wujud konsistensi GWK Cultural Park dalam mendukung pelestarian seni budaya Bali, khususnya ogoh-ogoh.

Festival Ogoh-Ogoh yang dimulai pada 2 April hingga 10 Mei 2025 ini melibatkan seniman ogoh-ogoh dari 13 Sekaa Teruna (ST) mewakili desa-desa di Kuta Selatan. MyMelali GWK Market kembali hadir pada tanggal 1-5 April 2025 melengkapi konsep pesta rakyat ini.

Pesta rakyat yang berlangsung di Lotus Pond GWK Cultural Park menjadi semarak karena mewadahi bagi para pengusaha lokal, pengrajin, dan industri kreatif untuk memamerkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung.

Pasar ini menampilkan berbagai penawaran dalam lima kategori, yaitu seni dan kerajinan, fashion, makanan, dan aktivitas komunitas. “Dibandingkan dengan hari biasa, pengelola melihat kenaikan jumlah kunjungan berkali lipat,” ungkap Rossie.

[irp]

Pada hari normal, khususnya sejak Maret, jumlah kunjungan rata-rata 3.000 orang per hari dan saat Natal dan tahun baru sekitar 8.000 kunjungan per hari. Libur Idul Fitri dibarengi Festival Ogoh-ogoh kunjungan wisatawan ke GWK 85 % didominasi domestik dan 15 % mancanegara.

“Kemarin awal Maret sempat landai di mana-mana di Bali, baik domestik maupun asing turun, tapi tiga hari menjelang Idul Fitri itu sudah mulai naik, dan puncaknya hari ini,” lanjut Rossie dengan nada ramah.

Sementara Baraong Show adalah pertunjukan satu-satunya di Bali yang menghadirkan 5 sosok Barong Bali dalam 1 panggung. Pertunjukan ini menjadi sajian yang berbeda, dengan tata lampu, visual dan musikal yang menciptakan sebuah sajian atraksi spektakuler.

Hadir dalam rangka liburan panjang ini dimulai pada tanggal 1 April, yang kemudian dipentaskan secara reguler setiap hari Rabu sampai Sabtu di Amphitheater, sebuat teater semi terbuka di dalam GWK Cultural Park.

[irp]

Rossie mengatakan, kedua program unggulan ini telah dipersiapkan secara khusus untuk menampilkan kekayaan budaya Bali sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh pengunjung selama masa liburan Lebaran.

“Terjadi kenaikan jumlah pengunjung selama masa liburan Lebaran, mengingat banyak keluarga menjadikan Bali sebagai destinasi liburan mereka. Kombinasi Pertunjukan Spektakuler Baraong Show dan Festival Ogoh-ogoh ini menawarkan pengalaman budaya yang lengkap,” imbuhnya.

Festival Ogoh-ogoh GWK serta MyMelali GWK Market merupakan upaya GWK Cultural Park untuk menjangkau wisatawan lebih luas. Atraksi wisata serta peningkatan kualitas pertunjukan dilakukan secara kontinyu, termasuk melakukan evaluasi berkala bersama para seniman.

Melalui upaya ini, GWK Cultural Park berharap dapat menjangkau wisatawan mancanegara, utamanya dari beberapa negara seperti India, Taiwan, Australia maupun negara-negara Eropa yang selama ini menjadi market potensial bagi industri pariwisata Bali,” tambah Rossie.

[irp]

“Melalui inisiatif seperti Baraong Show dan Festival Ogoh-ogoh, GWK Cultural Park tak sekedar menjadi destinasi wisata, tetapi juga sebagai media edukasi masyarakat tentang seni budaya bali yang adi luhung,” pungkas Rossie. [idi]

Shares: