Hotel

Tradisi ‘Mepatung’ di Sanctoo Suites & Villas

GIANYAR, balitourismnow.com – Sudah biasa, menjelang Hari Raya Galungan, perayaan umat Hindu di Bali yang memperingati kemenangan dharma (kebaikan/kebenaran) melawan adharma (kejahatan) diawali dengan mepatung, bersama-sama memotong babi dan dagingnya dibagi rata.

Tradisi mepatung dilakukan pada Penampahan Galungan, yaitu sehari sebelum hari raya itu sendiri. Di Sanctoo Suites & Villas, kegiatan mepatung kembali dilakukan pada, Senin 17 November 2025. Mepatung diselenggarakan oleh manajemen dan seluruh keluarga besar Sanctoo Suites & Villas.

“Acara mepatung ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya, dan kali ini adalah penyelenggaraan ke-2 di tahun 2025,” kata General Manager, Subali Adi Putra disela-sela tradisi tersebut.

BACA JUGA:  Harris Riverview Bali Collaborates with Fitness Plus Marlboro to Host Zumba Fun Class: Celebrating a Healthy Lifestyle in the Stay Fit Month

Tujuan dari kegiatan mepatung ini, untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan dalam merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang akan jatuh pada Rabu 19 November dan Sabtu 29 November untuk Hari Raya Kuningan.

Selain menghaturkan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, kegiatan ini untuk menerapkan ajaran “Pawongan” bagain dari Tri Hita Karana (THK), yaitu menjalin hubungan baik dengan sesama. “Ini salah satu cara kami untuk mewujudkan ajaran THK itu,” ujar.

Ke depannya, untuk lebih mempererat rasa kekeluargaan di Sanctoo Suites & Villas, akan terus menggelar berbagai acara spesial yang melibatkan seluruh keluarga besar Sanctoo. Dengan melestarikan tradisi ini, diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial dan budaya.

BACA JUGA:  Sambut Tahun Keempat, Dijiwa Sanctuaries Berkunjung ke Yayasan Peduli Kanker Anak Bali

“Walaupun yang kami bagikan tidak banyak, kami ingin seluruh keluarga Sanctoo bisa merasakan kebersamaan dan syukur di momen perayaan hari raya Galungan dan Kuningan ini,” tambah Subali Adi Putra. [rls]

Shares: