MANGUPURA, balitourismnow.com – Suasana pergantian tahun 2025 ke 2026 di Kota Internasional, Kuta sangat meriah, pada Rabu 31 Desember 2025.
Jika di Pantai Kuta, wisatawan beramai-ramai menyaksikan sunset terakhir di tahun 2025, namun di Grand Istana Rama tamu menikmati cocktail party hingga gala dinner yang mewah.
Acara bertajuk “Disco Night Party” itu benar-benar menyajikan suasana elegan, glamor, dan hiburan yang mampu menciptakan pengalaman eksklusif dengan kesan prestisius. Wisatawan tampak enjoy dan sangat menikmati setiap sajian menu, termasuk hiburan di semua acara.
“Disco Night Party ini menjadi bagian dari perayaan akhir tahun yang kami kemas secara sederhana, namun tetap sarat makna dan kebersamaan,” kata General Manager Grand Istana Rama Hotel, Ketut Darmayasa dalam acara tersebut.
Rangkaian dari acara Disco Night Party ini sangat unik. Sore menjelang petang, wisatawan tengah menikmati berbagai menu di Warunk Cuci Mata berlokasi yang sangat strategis di Jalan Pantai Kuta, tepatnya di seberang Pantai Kuta dan di depan Grand Istana Rama Hotel.
Para tamu dapat memilih menu sesuai dengan pilihan. Sambil menikmati kuliner ini, para tamu dihibur dengan live band yang mampu menciptakan suasana kebersamaan. Setiap menu itu, akan terasa berbeda ketika menyantap sambil menanti sunset di warunk strategis ini.
Suasana mulai gelap, para tamu berpindah ke Ballroom menikmati minuman serta makanan ringan sambal menikmati dance dan hiburan modern lainnya. Dekorasi ditata cantik sangat indah di dalam bidikan kamera.

“Kami merasa syukur atas kondisi pariwisata Bali yang tetap bergeliat di tengah berbagai isu yang berkembang. Kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi sepinya kunjungan wisatawan pada periode akhir tahun ini, ternyata tidak terbukti,” ucapnya senang.
Para tamu berlanjut menikmati gala dinner di 69 Bar & Resto dikenal menjadi salah satu pusat hiburan populer di hotel itu. Acara ini menjanjikan kemeriahan yang lebih intens untuk semua segmentasi usia.
Wisatawan yang hadir mengalir, menjadikan suasana semakin ramai. Hal itu membuat suasana makan malam semakin indah, sebab sambil menunggu detik-detik pergantian tahun mereka disajikan DJ, Tari Bali, Fire Dance, hingga penampilan spesial Drag Queen.
Acara malam tahun baru ini mengusung konsep sederhana. Kapasitas 69 Bar & Resto terbatas yang hanya sekitar 300 kursi, namun telah penuh sejak sehari sebelumnya.
“Kami tidak lagi mencari tambahan tamu karena kapasitas restoran sudah penuh. Tamu yang datang kami alokasikan ke area lain atau memilih merayakan di tempat berbeda,” terang Darmayasa dengan nada datar.
Lalu, untuk paket makan malam malam tahun baru, Darmayasa mengatakan pihak hotel menawarkan harga Rp 1.650.000 per orang, yang disebut telah terjual habis sebelum malam pergantian tahun.
Sesi makan malam sesungguhnya berakhir pada pukul 22.00 Wita, namun kemeriahan tidak berhenti di sana. Hiburan malam tetap berlanjut hingga pukul 00.00 WITA, tamu masih bisa bersantai memesan bir dan aneka minuman sembari menikmati suasana malam Kuta.
Darmayasa menambahlan, melalui perayaan sederhana ini, Grand Istana Rama dan 69 Bar & Resto berharap momentum pergantian tahun dapat menjadi awal yang baik bagi pariwisata Bali, dengan kunjungan wisatawan yang terus stabil dan cenderung meningkat sepanjang 2026.
“Banyak yang memprediksi Bali akan sepi, namun kenyataannya tidak demikian. Bali tetap menjadi magnet pariwisata dunia. Tingkat okupansi hotel kami bahkan berada di kisaran hampir 90 persen,” ujar Ketut Darmayasa.
Manisnya kunjungan wisatawan di Grand Istana Rama, sejalan dengan kondisi rata-rata hotel di berbagai destinasi dunia. Hal ini menjadi alasan kuat untuk terus optimistis terhadap keberlanjutan pariwisata Bali.
Tingginya minat kunjungan wisatawan ini, menunjukkan bahwa Bali masih menjadi tujuan favorit, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Seluruh pemangku kepentingan pariwisata kemudian diajak bersama-sama untuk menjaga kondusivitas Bali.
“Sinergi antara akademisi, komunitas, pemerintah, dan media sangat penting, sehingga berbagai persoalan yang ada dapat segera diselesaikan, sekaligus kepercayaan wisatawan akan tetap terjaga,” harapnya. [buda]


