BULELENG, balitourismnow.com – Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali melaksanakan Utsawa (festival) Konsérvasi Lontar serangkaian Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Rumah Kadek Wijadana, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Sabtu, 14 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut Penyuluh Bahasa Bali berhasil mengkonservasi dan mengidenfikasi sebanyak 12 cakep lontar.
Koordinator Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) di Kabupaten Buleleng, Putu Pertamayasa mengatakan, semua cakep lontar itu yang diidentifikasi itu tergolong lontar yang umum, tidak ada yang spesifik, atau tak ada yang tergolong langka.
“Kami hanya menemukan jenis lontar yang tergolong umum, tidak ada yang spesifik,” kata Pertamayasa.
Lontar yang diidentifikasi seperti lontar Aji Sumedang, Dharma Usadha, Gaguritan Gagar Mayang, Kanda Pat Rare, Krakah Modre, Panerang Pangujanan, Pawacakan, Pawistren, Piwelas, Pralingga Bhatara Ring Sarira dan Ramayana Maarti.
“Lontar Jaran Guyang yang tergolong umum, membuat banyak orang penasaran itu,” ujar pria yang akrab dipanggil Ama itu.
Sebanyak 12 lontar yang diidentifikasi di Desa Suwug itu milik Kadek Wijadana. Lontar itu warisan dari kakeknya yang pernah berpesan agar lontar itu tetap dijaga.
“Kondisi lontar itu sebagian ada yang utuh, dan beberapa ada beberapa lembarannya yang hilang. Keluarga sebelumnya belum pernah melakukan perawatan secara serius, hanya pada saat Hari Saraswati kadang diturunkan untuk diupacarai,” ucapnya.
Penyuluh Bahasa Bali berencana akan melakukan kegiatan lanjutan dengan melakukan alih aksara terhadap lontar-lontar itu. “Diharapkan program ini dapat berlanjut ke depannya agar masyarakat yg memiliki naskah dapat dilakukan konservasi dan identifikasi,” ucap Ama. [buda]


