News

The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection Menanam Pohon Obat: Peringati Hari Bumi

DENPASAR, balitourismnow.com – Suara gong dan kempur saling bersahutan. Barisan busana adat Bali kemudian menuju Ethnobotanical Garden yang berada di kawasan “The Sanur” Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan. Pagi yang cerah suasana yang sumringah.

Itulah prosesi penanaman pohon yang terinspirasi dari filosofi Panca Maha Bhuta yang merepresentasikan keseimbangan lima elemen alam, yaitu tanah, air, api, udara, dan alam semesta oleh The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, Rabu 22 April 2026.

Penanaman pohon untuk memperingati Hari Bumi ini tidak hanya menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga bagian dari langkah nyata mendukung keberlanjutan melalui upaya pengurangan emisi karbon dari penggunaan dry amenities yang tersedia di setiap kamar The Meru Sanur.

“Inisiatif ini mencerminkan dedikasi berkelanjutan dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya, sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali,” kata Director of Marketing Communications The Meru Sanur, Bali Beach Hotel, The Haritage Collection, Bali Beach Convention, Melody Siagian.

[irp]

Inisiatif ini dilaksanakan bersama The Heritage Associates, individu -individu terhormat yang telah mendedikasikan puluhan tahun pengabdian sejak era Grand Inna Bali Beach. Hal ini sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi luar biasa mereka.

The Heritage Associates diundang untuk menyaksikan perkembangan Ethnobotanical Garden serta turut berpartisipasi dalam penanaman pohon, yang melambangkan jembatan antara warisan masa lalu dan keberlanjutan di masa depan.

Melody menerangkan, berakar pada filosofi Panca Maha Bhuta, setiap elemen dihadirkan secara harmonis dalam kegiatan ini berpijak pada Pertiwi (tanah) diwakili oleh tanaman Badung, Kecacil, dan Buni, melambangkan kekuatan akar, kestabilan hidup, dan energi pembumian.

Itu mengalir bersama Apah (air) mencakup tanaman Delima, Ceruring, dan Belimbing Buluh, yang merepresentasikan pemurnian, keseimbangan emosi, dan detoksifikasi alami, menyala dalam Teja (energi) diwujudkan melalui tanaman Kepundung Merah, Asam, dan Bila, melambangkan kekuatan, transformasi, dan semangat hidup.

[irp]

Bernapas melalui Bayu (udara) menghadirkan tanaman Sobo, Jeruk Bali, dan Sentul, memberikan kesegaran, kejernihan, dan prana (energi kehidupan), dan terhubung dalam Akasa (ruang semesta) diwakili oleh tanaman Kali Asem, Kelengkeng, Juwet, dan Cemara, melambangkan ketenangan, kesadaran tinggi, dan koneksi spiritual.

“Setiap unsur tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari alam, tetapi juga sebagai fondasi keseimbangan hidup manusia,” jelasnya.

Dipandu oleh kearifan Taru Pramana, warisan pengetahuan penyembuhan tradisional Bali, setiap tanaman yang ditanam dan dirawat menjadi bagian dari perjalanan penyembuhan holistic yang menutrisi tubuh, menyeimbangkan energy.

Lebih dari sekadar ruang hijau, ini adalah sebuah perjalanan untuk kembali selaras dengan alam, menemukan koneksi yang lebih dalam dengan diri sendiri, dan merayakan harmoni kehidupan secara menyeluruh.

[irp]

“Setiap pohon yang ditanam di Ethnobotanical Garden bukan sekadar sebagai penghijauan, melainkan sebagai simbol keseimbangan hidup yang berakar pada Pertiwi, mengalir bersama Apah, menyala dalam Teja, bernapas melalui Bayu, dan terhubung melalui Akasa menghadirkan harmoni Tri Hita Karana dalam sebuah ruang wellness yang hidup,” paparnya.

Menerima Sertifikat Pengurangan Emisi Karbon

Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan Sertifikat Pengurangan Emisi Karbon di tahun 2025 dari GUAVA International yang menambah makna dari kegiatan Hari Bumi ini. GUAVA International, sebuah organisasi global yang berfokus pada pengembangan solusi keberlanjutan yang terukur dan berdampak.

Sertifikasi ini mengakui keberhasilan The Meru Sanur dalam mengurangi emisi karbon sebesar 20kg CO2e melalui optimalisasi dry amenities kamar yang lebih ramah lingkungan, sebuah langkah nyata dalam mentransformasikan operasional hotel menjadi lebih bertanggung jawab.

Pencapaian ini semakin diperkuat melalui proses verifikasi independen oleh KPMG , yang memastikan bahwa setiap pengukuran dan pelaporan emisi dilakukan secara transparan, akurat, dan sesuai dengan standar internasional.

[irp]

Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi juga bukti konkret bahwa praktik keberlanjutan dapat diintegrasikan secara strategis dalam operasional perhotelan modern.

Melalui kolaborasi ini, The Meru Sanur menegaskan posisinya sebagai destinasi wellness yang tidak hanya berfokus pada pengalaman tamu, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan visi untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi bumi dan generasi mendatang.

“Pada Hari Bumi ini, kami tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam fondasi dari sebuah ekosistem hidup yang mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan,” kata Vice President Operations & Customer Relations, Caitie Younghwa Lee.

Ethnobotanical Garden, lanjut Caitie Younghwa Lee, akan menjadi ruang yang bermakna di kawasan The Sanur, di mana alam, penyembuhan, dan komunitas berpadu bagi para tamu, tenant, dan pasien.

[irp]

General Manager of The Meru Sanur and Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, Ed Brea menambahkan, memperingati Hari Bumi melalui inisiatif ini sejalan dengan visi The Meru Sanur and Bali Beach Hotel, The Heritage Collection untuk menciptakan destinasi yang tidak hanya menawarkan keramahan kelas dunia, tetapi juga melestarikan serta merayakan warisan alam dan budaya Bali.

“Bersama The Heritage Associates, kami bangga dapat melanjutkan sebuah warisan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan melalui aksi yang bermakna,” ujar Ed Brea.

Penanaman tanaman obat itu membuat Ethnobotanical Garden lebih dari sekadar ruang hijau. Kebun ini hadirn sebagai tempat untuk kembali menemukan keseimbangan dengan bumi, dengan diri sendiri, dan dengan kehidupan. Itu karena Setiap pohon menjadi simbol harmoni, merepresentasikan esensi Tri Hita Karana dalam sebuah lingkungan wellness yang hidup.

Di penghujung kegiatan, para undangan diajak merasakan cara mewarnai tas dengan secara manual. Cara pembuatannya tergolong unik, karena beralas klakat (alat upacara) di Bali dan dipandu oleh petugas professional.[buda]

Shares: