JAKARTA, balitourismnow.com – Di tengah musibah yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), InJourney Group bergerak cepat menghimpun dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di ekosistem aviasi dan pariwisata, InJourney mengerahkan sumber daya seluruh entitas dan berkoordinasi dengan ekosistem BUMN agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.
Bantuan itu difokuskan pada empat sektor utama, yakni pangan dan air minum, kesehatan, logistik tanggap darurat, serta kebutuhan kelompok rentan. Hal itu berdasarkan assessment kebutuhan di lapangan.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman mengatakan, kecepatan respons menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh dukungan selama masa tanggap darurat.
“Begitu kebutuhan di lapangan teridentifikasi, kami segera menggerakkan sumber daya InJourney Group untuk hadir dan memberikan dukungan,” kata Herdy Harman melalui keterangan rilisnya, Selasa 18 Agustus 2026.
Bantuan yang dimobilisasi antara lain 7.950 kilogram beras, 69.740 liter air minum, 378 dus mi instan, 96 dus susu UHT, serta berbagai bahan pangan seperti gula, minyak goreng, sarden, biskuit, sereal, kopi, dan teh. Untuk kelompok rentan, disalurkan 865 kemasan popok bayi, 80 bungkus makanan bayi, dan 1.300 hygiene kit.
Bantuan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, mulai dari kebutuhan pangan dan air minum, kesehatan, logistik darurat, hingga kebutuhan kelompok rentan,” ujar Herdy.
Sementara di bidang kesehatan, bantuan meliputi obat-obatan dan perlengkapan dasar, seperti paracetamol, vitamin, obat gangguan pencernaan dan lambung, antiseptik, NaCl, balsem, minyak kayu putih, serta perlengkapan medis. Kebutuhan tempat tinggal sementara juga didukung dengan 10 terpal, 10 kasur, 50 bantal, dan 263 selimut.
Penyaluran antara lain dilakukan di Dusun Leda, Desa Pangga, Kolang, untuk 23 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan mengungsi secara mandiri di tenda, serta di Desa Golo Mori untuk 12 warga terdampak.
Distribusi bantuan dilakukan melalui InJourney Airports Kantor Cabang Bandara El Tari (KOE) bersama relawan dari Port Maumere. Mobilisasi logistik turut didukung PELNI melalui distribusi gratis dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Maumere.
Bantuan juga dikirim melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, untuk mempercepat pengiriman ke wilayah terdampak.
Gotong Royong InJourney Group
Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka mengatakan, penyaluran bantuan dikoordinasikan melalui ITDC sebagai PIC InJourney Group di NTT. ITDC berkoordinasi dengan Satgas BUMN Peduli di NTT melalui BRI dan Posko Bencana Labuan Bajo untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.
ITDC juga melakukan survei ke sejumlah titik terdampak di sekitar Ring 1 Golomori, Manggarai Barat. Hasil assessment tersebut menjadi dasar penentuan prioritas bantuan agar penyaluran sesuai kebutuhan dan tidak tumpang tindih.
“Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sejak awal kami mengedepankan koordinasi dan gotong royong. InJourney Group menggerakkan seluruh entitas, sementara penyaluran di lapangan dikoordinasikan bersama ITDC dan ekosistem BUMN. Dengan bergerak bersama, kami dapat merespons lebih cepat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” ujar Troy Warokka.
Selain mengerahkan sumber daya internal, InJourney Group juga mengajak masyarakat turut menunjukkan kepedulian. Pada momentum kesenian rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sarinah, 17 Agustus 2026, InJourney membuka ruang donasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT melalui kolaborasi dengan BRI. [rls]


