News

HILLSI DPD Bali: Gelar Bali Vocational Convergence Summit 2025, Siapkan Kualitas SDM Berdaya Saing

DENPASAR, balitourismnow.com – Dunia pariwisata terus berkembang mesti diikuti dengan penyediaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Karena itu, Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) DPD Provinsi Bali menggelar Bali Vocational Convergence Summit 2025 di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Sabtu 15 Maret 2025.

Acara dihadiri sebanyak 311 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Bali ini menjado penting untuk mencetak Generasi Emas yang Kompeten dan Berdaya Saing Global melalui pelatihan berkualitas. Sebab, tidak hanya pertemuan insan vokasi, tetapi juga menjadi tonggak pelantikan dan pengukuhan pengurus HILLSI DPD Bali dan DPC Kabupaten dan Kota di Bali periode 2025 – 2028.

Pengurus HILLSI DPD Provinsi Bali dikukuhkan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Setiawan. Sementara untuk Pengurus HILLSI DPC Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Bangli dan Buleleng dikukuhkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan, M.Si.

Sementara Pengurus HILLSI DPC Kabupaten Karangasem, Gianyar, Tabanan, Jembrana dan Kabupaten Klungkung dikukuhkan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karangasem, Ida Nyoman Astawa. Pada kesempatan itu, juga diisi penandatanganan MoU antara HILLSI dengan stake holder untuk mempererat kolaborasi dunia vokasi dengan industri.

BACA JUGA:  Aksi Balap Dunia di The Mandalika, Disiapkan Air Mineral Produk Lokal Unggulan NTB

Sementara acara Bali Vocational Convergence Summit 2025 menghadirkan tiga pembicara, yaitu Yeni Nofian Hendriyani (Corporate Director Learning & Talent Development Archipelago Internasional), Dewa Muku (Rektor INSTIKI, Pengusaha, Pembicara Profesional) dan I Putu Rucita, SE, MM, CHT (Ketua KA LPK Bali dan Pengelola LPK).

Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan mengatakan, DPD dan DPC HILLSI merupakan asosiasi yang mewadahi lembaga pelatihan kerja yang ada di Bali. “Pemerintah Provinsi Bali, juga kabupaten dan kota mengapresiasi dengan adanya asosiasi yang mewadahi lembaga pelatihan kerja di Bali,” katanya usai mengukuhkan pengurus HILLSI DPD Bali.

Adanya HILLSI Bali ini diharapkan adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, kemudian antara HILLSI, dunia usaha dan dunia industri untuk terciptanya link and match. “Di hulu, yang bergabung dalam HILLSI bisa memberikan satu standarisasi yang sama kaitannya dengan pelatihan kerja. Harapannya, ada sinergi dalam membangun ekosistem tenaga kerja di Bali,” ujarnya.

Kemudian di Hilir bisa mendapatkan peluang kerja yang sesuai yang pada akhirnya mengarah kepada tarap hidup. Artinya, tidak hanya dari sektor tourism, tetapi juga keberbagai sector lainya. “Kami mewakili pemerintah baik Provinsi Bali dan kabupaten kota yang membidangi ketenaga kerjaan memberikan apresiasi terhadap pengukuhan dan pelantikan DPD dan DPC HILLSI ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bandara Ngurah Rai Hentikan Seluruh Operasional Penerbangan Saat ‘Nyepi’

Ketua I HILLSI DPP, Hari Rahmat Mulyadin mengaku bangga dengan acara Bali Vocational Convergence Summit 2025 ini untuk pelantikan DPD dan DPC HILLSI yang sangat luar biasa. Hal ini berbeda dengan pelantikan di daerah lain. Serentak dan memberikan warna beda. Terutama, programnya bukan sekedar pelantikan, tetapi dibarengi dengan tanda tangan kontrak dengan stake holder.

“Ini sangat dibutuhklana oleh semua lembaga pelatihan. Karena bukan hanya menciptakan SDM yang handal dan berkompetensi, tetapi juga memikirkan output-nya. Artinya hasil dari pelatihan ini disiapkan dengan melakukan kerjasama dengan stake holder untuk mengimbangi antara output dan input-nya. Kami sangat bangga dan senang program ini,” ucapnya.

Ketua HILLSI DPD Bali periode 2023-2028, Anak Agung Gede Widnyana mengaku, pengurus baru akan langsung bekerja. Saat ini telah merancang program jangka pendek, pertama bersama-sama membangun main set mengelola dan cara mendekatkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Intinya saring melalukan sharing antara LPK dan LPK lainnya.

Kedua berencana melakukan review kurikulum bersama industry agar sesuai dengan kebutuhan industry. Penyesuaian kurikulum ini sangat penting untuk menyiapkan tamatan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Ketiga, LPK di Bali melakukan digitalisasi, mulai dari proses akademik hingga keuangan. Termasuk proses pembelajaranya.

BACA JUGA:  Umat Hindu di Jakarta Menjaga Kesucian Laut dengan ‘MAS’

“Untuk meningkatkan SDM yang terus berkembang ini, kami akan terus bekerjasam dengan industri melakukan koordinasi untuk menyiapkan kebutuhan industry, sehingga bisa menyesuaikan. Kami bersyukur, saat ini sebagian besar lulusan LPK sudah seseuai dengan kebutuhan industry,” sebutnya.

Walau demikan, pihaknya selalu melakukan berbagai upaya untuk peningkatan SDM, karena perkembangan industry yang terus berkembang, sehingga kualitas pekerja memiliki daya saing. “Lulusan LPK itu sebagian besar telah diterima di industry, baik di Bali dan di luar negeri. Bahkan, kerja di kapal pesiar menjadi primadona bagi lulusan LPK Bali,” paparnya.

Ketua Panitia I Gusti Ayu Fina Kaska melaporkan, acara ini sebuah amanah besar yang diharapkan dapat memperkuat peran HILLSI dalam meningkatkan mutu pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi. “Kami juga menghadirkan Seminar Publik yang mengangkat tema penting, yaitu “Leadership in a Dynamic World” serta “Transformasi Pelatihan Mencapai Keunggulan yang Kompetitif”,” jelasnya.

Topik-topik ini memberikan wawasan baru bagi kita semua dalam menghadapi perubahan yang semakin dinamis. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, dan semoga melalui forum ini, kita dapat memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelatihan vokasi di Bali dan mencetak SDM yang unggul serta berdaya saing,” harapnya. [ana]

Shares: