DENPASAR, balitourismnow.com – Kalau sedang bersantai di The Ambengan Tenten (TAT), jangan lupa mampir ke TAT Art Space. Tempat makan dan minum atau gym dan yoga terletak di Jalan Imam Bonjol, Gang Rahayu, Kota Denpasar, Bali ini memajang karya seni lukis “Ja Ruh”.
Pameran tunggal bertajuk “Secret Energy Xchange” ini menampilkan sebanyak 15 karya lukis manual dan digital yang telah dibuka oleh Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali yang diwakili oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Prof. Dr. A.A. Gde Bagus Udayana.
Karya lukis ini terkesan porno. Karena, objek yang ada dalam karya seni lukis itu hampir semuanya wanita dalam posisi telanjang. Ada yang hanya mengenakan celana dalam, dan penutup susu. Bahkan, ada objek yang benar-benar telanjang.
“Jaruh, kalau orang Bali pasti tahu artinya. Jaruh artinya pikiran mesum dan semua orang memilikinya, namun “takaran” beda-beda. Jaruh tidak semuanya berkonotasi negative, loh,” kata I Komang Martha Sedana, perupa yang memajang karya seninya di TAT Art Spies ini.
Karya lukis yang disajikan itu dengan berbagai ukuran. Ketika memasuki ruangan, maka dapat menyaksikan karya seni rupa dengan berbagai ukuran. Ada pula sebuah karya instalasi berjudul “Awal mula Peradaban” dengan menggunakan bahan kayu tua berbentuk alat kamaluan laki-laki.
Satu karya menarik yang mengandung spiritual ketika memasuki ruangan dalam rungan. Karya ini dikemas menarik dengan memberikan pantulan cahaya lampu, sehingga karya lukis itu memiliki warna yang berubah-ubah, namun tampak hidup dengan pesan yang disampaikan.

Karya lukis ini dipasang dengan segi empat yang sisinya tidak tegak lurus. Objeknya, yak hanya manusia, tetapi juga ada simbol-simbol Dewa. Sementara di bagian sisi, penuh dengan wanita-wanita berbagai fose yang melambangkan keindahan. Lukisan itu berjudul Jaruh.
“Dalam karya seni visual berjudul Jaruh ini lebih menarah kepada konsep spiritual, karena sexsualitas merupakan salah satu meditasi tertinggi pencapaiannya (kamasastra) adanya dua energy yang menyatu, sehingga menciptakan sebuah kehidupan, bersatunya lingga yoni, purusa pradana (laki-perempuan),” papar seniman yang akrab disapa Gennetik ini.
Savitri Sastrawan mengatakan, dalam pameran tunggalnya ini Gennetik memperlihatkan lukisan yang bermain memenuhi ruangan TAT Art Space yang 5 x 6 meter dengan gaya uniknya ARTGASM, istilah yang menggabungkan kata art (seni) dan orgasm (puncak kenikmatan) yang menunjukkan betapa kuatnya dampak estetika yang dirasakan seseorang.
Ia memang perupa yang telah lama mengeksplorasi cerita keintiman dan capaian spiritualitas, di saat yang sama bisa menjadi sebuah ungkapan kritik sosial. “Pameran “Secret Energy Xchange” ini merupakan hasil pendalaman Gennetik pada kekaryaannya yang memakai gaya ARTGASM.
“ARTGASM tidak hanya sekadar kenikmatan sensori, tetapi juga merupakan perasaan spiritual atau filosofis yang mempengaruhi emosional seseorang secara mendalam,” kara Savitri mengeja tulisan Gennetik suatu hari di bulan Desember 2024.
Menutrutnya, Secret Energy Xchange menjadi konsep terbaru yang dikembangkan Gennetik lewat gaya ARTGASM. “Kita diajak menuju suatu bilik dan menjadi saksi akan pertukaran serta transformasi energy. Energi seksual sebenarnya sudah lama menjadi bentuk energi yang sangat kuat – kesuburan, purusa-pradana, lingga-yoni,” paparnya.
Saat masuk bilik, maka bertemu si “Jaruh” yang merupakan gabungan dari kata Jangin (memberi) dan Ruh (roh). Karya revolusioner Gennetik kali ini mengajak audiens untuk melihatnya secara teliti, bagai melihat lukisan Bali pada umumnya.
Apalagi “Jaruh” menjadi karya gaya ARTGASM yang mengkombinasikan gaya lukis Bali dan ilustrasi komik. Gennetik menawarkan penggambaran pencapaian spiritualitas dalam kehidupan secara kontemporer.
Pengurus TAT Art Space Denpasar, Yurison Suryantara mengatakan, ini baru pertamakalinya TAT Art Spies menggelar pameran ruangan dalam ruangan. Ini memberikan hal baru tang sangat menarik, sehingga dapat menginspirasi bagi pecinta seni khususnya seni rupa.
Karya tang disajikan tak hanya indah, tetapi menawarkan pesan sosial yang mesti perlu sebuah perenungan. “TAT Art Space Denpasar memiliki komitman untuk terus mendorong kreativitas seniman, khususnya seniman local,” ungkapnya. [ana]


