MANGUPURA, balitourismnow.com – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), pengelola Bandara Ngurah Rai bersama Sarinah berkolaborasi memajukan Koperasi Desa Merah Putih di Bali. Hal itu dilakukan melalui program InJourney Creativity House.
“InJourney Airports memiliki pengalaman luas dibidang kreatif, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ritel berkolaborasi memajukan Koperasi Desa Merah Putih di Bali,” kata Direktur Human Capital InJourney Airports Adi Nugroho, Rabu 13 Agustus 2025.
InJourney Airports, pengelola 37 bandara di Indonesia berkomitmen untuk turut mendukung perekonomian masyarakat. Salah satu upaya nyata, berkolaborasi mempercepat pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di 3 desa di Bali, yakni Bongkasa Pertiwi, Paguyangan dan Kutuh.
“Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas koperasi agar semakin memiliki daya saing untuk mendorong perekonomian desa. Ini menjadi upaya kami untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Adi Nugroho.
General Manager Bandara Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan semata. Ini langkah nyata dalam mewujudkan komitmen Injourney Group untuk turut mendukung pemberdayaan masyarakat.
“Khususnya pelaku UMKM di wilayah desa-desa Bali yang kaya akan potensi lokal,” ujar Ahmad Syaugi Shahab.
Melalui kolaborasi ini, PT Angkasa Pura Indonesia bersama PT Sarinah menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk InJourney Creativity House selama dua hari bagi 40 pengurus dan anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan tentang standardisasi produk (bahan baku, desain, finalisasi, hingga packaging), strategi pemasaran offline & online, branding produk, teknik komunikasi bisnis & storytelling produk, customer service & penanganan keluhan, serta literasi keuangan & pelaporan keuangan koperasi.
“Kami percaya melalui InJourney Creativity House, anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mampu meningkatkan kemampuannya dalam mengelola usahanya dengan lebih professional dan lebih baik.” ujarnya.
Dengan begiytu, akan dapat memaksimalkan potensi produk agar dapat memperluas pasar ke seluruh nusantara dan bahkan membuka akses ke pasar global.
“Pada akhirnya, dengan pneingkatan kapabilatas pengelolaan usaha akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Syaugi.
Dukungan InJourney Airports dan Sarinah tidak hanya sebatas pelatihan selama 2 hari saja, namun mencakup monitoring dan kurasi setiap tiga bulan sehingga diharapkan koperasi dapat mencapai target secara konsisten.
“Ke depannya, InJourney Airports sebagai bagian dari Holding InJourney akan menggelar program InJourney Creativity House di berbagai daerah lainnya,” ungkapnya.
Salah satu peserta kegiatan, Ni Kadek Aryastini dari Desa Bongkasa Pertiwi, menyambut positif kegiatan ini. Dirinya mengaku senang mendapatkan tambahan wawasan, khususnya ilmu pengetahuan.
“Saya merasa bahagia karena dengan berbagai pelatihan yang diberikan kepada kami, menjadi tambahan motivasi kami untuk terus berkarya. Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat untuk kami terapkan di usaha kami,” ungkapnya. [rls]


