DENPASAR, balitourimsnow.com – Bali yang aman, dan memiliki keunikan kerap kali dipilih sebagai tempat pertemuan tingkat dunia. Sebut saja Sanur, kawasan wisata pantai yang terkenal dengan panorama sunrise, dan sering menjadi lokasi pertemuan para tokoh dunia.
Pada 19 – 21 September 2025, pertemuan internasional bertajuk “I AM CREATION Summit 2025” digelar The Meru Sanur yang bakal menghadirkan lebih dari 1.000 visioner, kreator, dan penggerak perubahan internasional.
“Sanur bukan sekadar lokasi acara, melainkan bagian penting dari pertemuan tersebut. Sanur adalah hati dari pertemuan ini, tempat saya tinggal selama lima tahun terakhir,” kata Pendiri gerakan I AM CREATION, Uzhnyeva Alena dalam konferensi pers di The Meru Sanur, Jumat 12 September 2025.
Dalam pertemuan selama tiga hari itu mengusung conscious leadership (kepemimpinan sadar), cultural exchange (pertukaran budaya), and community celebration (perayaan komunitas).
“Di sinilah tradisi bertemu dengan inovasi, dan kita akan merayakan kreativitas serta kebijaksanaan Bali bersama dunia,” ujar Uzhnyeva Alena serius.
Acara ini tidak hanya menempatkan Bali sebagai destinasi bagi para pemimpin pemikiran global, tetapi juga sangat menghargai warisan spiritual dan budaya pulau ini.
Uzhnyeva Alena menegaskan, I AM CREATION akan mengintegrasikan tradisi Bali melalui seremoni pembukaan dan penutupan, pasar bergaya desa yang menampilkan produk lokal, hingga pertunjukan budaya dan ritual adat.
Pembukaan dan penutupan akan dipandu oleh tokoh lokal dan pemandu spiritual. Termasuk menampilkan perajin, dan praktisi kesehatan dari Sanur dan Bali. Lalu, pertunjukan tradisional, memastikan para tamu tidak hanya melihat budaya Bali, tetapi juga merasakannya.
Sementara panel budaya juga digelar pada Jumat, 19 September 2025 dengan menghadirkan tokoh adat, pemimpin komunitas, dan penjaga budaya Bali untuk berbagi perspektif tentang tradisi dan spiritualitas di era global.
Pertemuan ini, menghadirkan lebih dari 30 pembicara internasional dengan jangkauan digital gabungan 20 juta audiens akan tampil di panggung, memperkenalkan Sanur dan Bali ke dunia. Pastinya, summit ini diproyeksikan memberi dampak ekonomi melalui keterlibatan vendor local.
Sebab, disitu ada kolaborasi dengan industri perhotelan, dan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. “KTT ini tidak hanya menempatkan Bali sebagai destinasi bagi para pemimpin pemikiran global, tetapi juga sangat menghargai warisan spiritual dan budaya pulau ini,” ujarnya.
Menariknya, sejumlah organisasi lokal turut didukung, di antaranya ‘Anak Kita’ yang fokus pada pendidikan pemuda, serta ‘Plastic Angels’ yang bergerak dalam aksi bersih pantai dan keberlanjutan lingkungan. [buda]


