DENPASAR, balitourismnow.com – Perhelatan Sanur Village Festival (SVF) tahun 2025, pasti beda dengan sebelumnya. Mengusung tema “Guna Dusun”, menjaga keharmonisan dan kelestarian alam serta hubungan baik antara manusia dengan alam dan sesamanya.
“Sanur Village Festival yang telah memasuki ke-18 ini, bertujuan mendatangkan orang untuk menikmati Sanur Festival sekaligus mengenal destinasi lain di sekitarnya,” kata Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), Ida Bagus Gede Sidharta Putra di Sanur, Selasa 28 Oktober 2025.
Sanur Village Festival yang digelar Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) sempat tertunda akibat pandemic Covid-19, dank ini bakal digelar selama tiga hari tanggal 7-9 November 2025 di Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur.
“Festival ini dirancang untuk memadukan keindahan budaya Bali dengan semangat kebersamaan melalui musik, kuliner, seni, budaya, dan gaya hidup berkelanjutan,” imbuh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar ini.
Festival tahunan yang menjadi ikon kawasan pesisir Kota Denpasar ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan berbagai potensi Sanur.
Tema “Guna Dusun” ini terinspirasi dari karya sastra geguritan Selampah Laku ciptaan tokoh spiritual Sanur, Ida Pedanda Gede Made Sidemen. “Guna Dusun, bermakna bagaimana setiap orang dapat memberikan manfaat bagi daerah tempat mereka lahir dan hidup,” paparnya.
General Manager Griya Santrian a Beach Resort & Spa ini menambahkan, Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Maka, pariwisata harus memberikan guna bagi Sanur.
“Ini tentang bagaimana kita bisa memberi sumbangsih terhadap daerah sendiri, tempat kita mencari kehidupan,” ujarnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung lima hari, dan untuk tahun 2025 ini hanya digelar selama tiga hari, terpusat di Muntig Siokan, Pantai Mertasari. Meski lebih singkat, rangkaian acara tetap beragam dan sarat makna.
“Ada hiburan, kuliner, kegiatan lingkungan, wellness seperti yoga, juga Run to Sunfest. Kami juga menjajaki olahraga yang sedang populer seperti padel, serta menghadirkan seni instalasi dan lomba fotografi,” jelasnya.
Gusde, sapaan akrabnya menyadari untuk menjadi ajang tahunan yang dinanti masyarakat maupun wisatawan mancanegara diperlukan sebuah kreativitas dan inovasi yang selalu berkembang dan tidak boleh stagnan.
Meski demikian, Sanur Village Festival ke 18 bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga wadah kreatif dan refleksi nilai-nilai sosial, budaya, serta lingkungan.
“Festival ini ruang kreatif bagi warga Sanur, juga gerakan komunitas yang peduli pada keberlanjutan. Nilai-nilai luhur budaya, sosial, dan lingkungan tetap kami jaga agar pariwisata Sanur berkelanjutan,” tegasnya.
Gusde kemudian berharap penyelenggaraan tahun ini kembali menegaskan peran Sanur sebagai destinasi aman, kreatif, dan inspiratif.
Sejak awal, Sanur Village Festival telah menjadi simbol bahwa Sanur tetap hidup, aman, dan terbuka bagi siapa pun untuk berkarya. “Kami mohon dukungan kepada masyarakat agar Sanur Village Festival ke 18 Tahun 2025 berjalan sesuai yang diharapkan,” harapnya. [dar]


