Art & Culture

BaliSpirit Festival 2026 Diawali ‘Community Day’ untuk Umum

GIANYAR, balitourismnow.com – Community Day mengawali program acara BaliSpirit Festival ke-17, Kamis 16 April 2026. Di hari pertama itu, seluruh venue festival dibuka untuk umum, sehingga membuat pengunjung senang karean berkesemoatan terlibat.

Perayaan Community Day, seakan membuat hari tersebut menjadi istimewa karena menghadirkan rangkaian program inspiratif yang mencerminkan semangat inklusivitas, kesadaran, dan kebersamaan dalam harmoni budaya Bali.

“Ini keberuntungan bagi kami memilih jalan-jalan di Bali dan Ubud khususnya. Hari ini, kami dapat menyaksikan sebuah festival yang dapat membangun kesadaran akan kesehatan, kesejahteraan, dan spiritualitas,” kata Luzy, wisatawan Eropa ini.

Program BaliSpirit Festival siang hari diawali dengan World Peace Meditation di Peace Garden, sebuah meditasi lintas agama, etnis, ras, dan budaya yang mengajak masyarakat dunia untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi perdamaian global.

BACA JUGA:  BaliSpirit Festival: Pertemukan Komunitas Yoga dan Budaya, Tahun 2026 Digelar 22–26 April

Di Studio Made, Zia Kusumawardini membawakan sesi The Astrology of Place, yang mengeksplorasi keterhubungan seseorang dengan suatu tempat melalui astrologi.

Sementara itu, Gurnimit Singh memimpin sesi Throat Chakra Activation, sebuah latihan untuk mengaktifkan cakra tenggorokan guna meningkatkan ekspresi diri dan komunikasi.

Sebagai bagian dari penguatan posisi Bali sebagai destinasi wellness dunia, digelar International Wellness Conference bertajuk “Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Branding Bali sebagai Destinasi Wellness Unggulan Dunia.”

Konferensi ini merupakan kolaborasi antara BaliSpirit Festival 2026 dan Politeknik Pariwisata Bali. Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka, yakni Vinsensius Jemadu – Deputi Bidang Penyelenggaraan Kegiatan (Events), dan Ilona Anisa Ristiani (Universitas Padjadjaran).

BACA JUGA:  ‘Botol Lupa Tutupnya’: Karya Seni Perupa Oka Astawa Terinspirasi Sampah di Pantai Pangkung Tibah

Narasumber lain, adalah Luh Yusni Wiarti (Politeknik Pariwisata Bali), Wayan Mustika (Dokter, Praktisi Kesehatan, dan Penulis) dan I Nyoman Darma Putra, Profesor Kajian Budaya dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana sebagai moderator.

Kemeriahan siang hari dilengkapi dengan Live Model Drawing oleh Bangun Tidur Art di Media Center, yang menghadirkan pengalaman seni visual secara langsung.

Lalu, untuk program Musik Malam, festival diramaikan oleh pertunjukan musik internasional. Panggung Tea Temple dibuka oleh Hartwell dari Amerika Serikat, diikuti oleh Joydah Mae dari Selandia Baru di panggung The Groove.

Malam puncak ditutup dengan penampilan DJ Blase dari Auckland dalam sesi Aesthetic Dance yang memukau.

BACA JUGA:  BaliSpirit Festival 2026 Opens with “Welcome Home,” Inviting a Return to Self

BaliSpirit Festival 2026 dibuka secara resmi oleh Deputi Pengembangan Penyelenggara di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Vinsensius Jemadu, di The Yoga Barn pada hari Rabu, 15 April 2026. [buda]

Shares: