DENPASAR, balitourismnow.com – Bali Villa Connect (BVC) bakal digelar kembali. Program tahunan yang diinisiasi oleh Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA) akan diselenggarakan selama dua hari bertempat di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar.
“Bali Villa Connect 2026 kami laksanakan pada Selasa–Rabu, 26–27 Mei 2026, pukul 08.00–18.00 WITA, bertempat di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar,” kata Ketua BVRMA, Kadek Adnyana, Kamis 16 April 2026.
Temanya, yaitu “Meningkatkan Standar Industri Vila Indonesia ke Tingkat Global” (Elevating Indonesia’s Villas Industry to Global Standards), menjadi respons terhadap pesatnya pertumbuhan industri akomodasi vila, khususnya di Bali dan berbagai destinasi di Indonesia.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk memperkuat ekosistem industri vila melalui penyelenggaraan expo, forum diskusi, dan networking, yang membahas tren pasar, strategi bisnis, inovasi layanan, serta pengelolaan vila yang berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia ke depan.
Program tahunan dari BVRMA ini, hadir sebagai platform kolaborasi strategis bagi para pemilik vila, pengelola properti, investor, serta pelaku industri pariwisata di Indonesia.
Adnyana mengatakan, pertumbuhan pariwisata itu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas yang komprehensif, mulai dari penataan wilayah, kepatuhan terhadap regulasi (compliance), kualitas SDM yang terverifikasi, standar operasional, hingga pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
“Industri vila memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung pariwisata berkualitas. Namun, tanpa standarisasi dan tata kelola yang baik, pertumbuhan ini berisiko tidak berkelanjutan,” ujar Adnyana.
Secara strategis, BVC 2026 juga menjadi momentum untuk mendorong transformasi industri vila dari model konvensional menuju industri yang lebih terstruktur, berbasis data, dan berorientasi pada kualitas layanan serta keberlanjutan.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan global terhadap akomodasi privat yang mengedepankan pengalaman personal, keamanan, dan fleksibilitas.
“Bali Villa Connect hadir untuk memastikan industri ini berkembang secara profesional, berdaya saing global, dan tetap berpijak pada nilai-nilai local,” harapnya.
Pelaksanaan acara ini didukung oleh kepanitiaan yang terdiri dari anggota BVRMA yang bekerja secara sukarela (volunteer-based), serta berkolaborasi dengan event organizer profesional dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah hingga Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
“Kami percaya, masa depan pariwisata Bali dan Indonesia terletak pada kualitas, bukan hanya kuantitas. Dengan sinergi yang kuat, industri vila dapat menjadi contoh bagaimana pariwisata mampu memberikan manfaat nyata hingga ke tingkat masyarakat paling bawah,” ujar Adnyana.
Ketua Panitia, Agung Juliarta menyampaikan, Bali Villa Connect 2026 menargetkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai sektor industri, termasuk villa management, operator vila, villa rental, travel agent, penyedia teknologi (PMS), serta industri pendukung lainnya.
Acara ini akan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang strategis, mulai dari akademisi, perwakilan Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dinas perizinan, praktisi industri, pegiat lingkungan, hingga media dan influencer.
Kegiata ini akan menjadi lebih manarik, karena akan tersedia area pameran yang melibatkan sponsor serta pelaku UMKM lokal, sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi inklusif. “Rencananya, acara ini akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia,” harap Agung Juliarta.
Melalui Bali Villa Connect 2026, BVRMA mengajak seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan industri vila yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. [buda]


