News

Monumen Bom Bali Bakal Dilengkapi Museum Perdamaian Berkonsep ‘Samsara’

MANGUPURA, balitourismnow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mendukung pembangunan Museum Perdamaian yang dilatarbelakangi oleh peristiwa Bom Bali 2002.

Pembangunan museum tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para korban tragedi kemanusiaan tersebut.

Hal itu terungkap ketika Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, Jo Stevens di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis 8 Januari 2025.

Kunjungan Konjen Australia, Jo Stevens kali ini dalam rangka mempererat kerjasama serta membahas rencana pembangunan Museum Perdamaian sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban peristiwa Bom Bali 2002.

BACA JUGA:  Ini Cara Archipelago Memperkuat Regenerasi SDM di Industri Perhotelan

“Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran pembangunan museum tersebut pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen nyata,” kata Bupati Adi Arnawa

Museum Perdamian ini akan dibangun sebagai ruang memorial untuk mengenang peristiwa Bom Bali, sekaligus menjadi simbol perdamaian.

Ke depan, Museum Perdamaian diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi sejarah dan edukasi di Kabupaten Badung, mengingat peristiwa Bom Bali juga melibatkan banyak warga negara Australia.

Konjen Australia, Jo Stevens menyampaikan terima kasih atas penerimaan oleh Bupati Badung. Ia juga mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Badung, terkait dukungan penyediaan lahan untuk rencana pembangunan Museum Perdamaian.

BACA JUGA:  Permaculture Garden di OM HAM Retreat, Sebuah Program Sustainability

Mendengar komitmen Bupati, Jo Stevens merasa sangat senang dan menyambut baik rencana pembangunan Museum Perdamaian tahun ini. “Kami berterima kasih dan mendukung penuh terhadap pembangunan museum sebagai simbol persahabatan dan refleksi sejarah,” ucapnya.

Sementara Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa menjelaskan, pembangunan Museum Perdamaian Bali mengadopsi konsep “Samsara” (lahir, hidup dan mati). Museum akan dibangun diatas lahan seluas 15 are dan dilengkapi basement.

Museum ini berlokasi di sebelah Monumen Bom Bali. Bagian depan diisi halaman dan taman, didalamnya ada dokumen Bom Bali dilengkapi diorama dan auditorium, serta bagian belakang akan ada perpustakaan dan informasi lainnya.

Dalam kunjungan itu, turut dihadiri Konsul Diplomasi Publik Lachlan Norton, dan Kadis Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha. [hms]

Shares: