DENPASAR, balitourismnow.com – Kebijakan pemerintah sedang memberikan fokus pada pengembangan pariwisata kesehatan. Karena itu, Melali Bali Group dan Bali Medical Tourism Association (BMTA) turut memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan wisata kesehatan.
Hal itu diwujudkan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam rangka pengembangan wisata kesehatan terintegrasi di Pulau Dewata. Kolaborasi lintas sector penting untuk mengembangkan wisata kesehatan terintegrasi.
“Wisatawan kini tidak hanya mencari layanan pengobatan, tetapi juga pengalaman pemulihan serta peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh,” kata Direktur Melali Bali Group, Dr. Ketut Jaman usai menandatangani MoU bersama Ketua BMTA, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes di The Lotus Building, Sabtu 24 Januari 2026.
Menurut Ketut Jaman, melalui kerja sama strategis ini, Melali Bali Group dan BMTA sepakat berkolaborasi dalam pengembangan, pengemasan, dan pemasaran program wisata kesehatan, termasuk layanan medical wellness yang berfokus pada upaya promotif dan preventif.
[irp]
Inisiatif ini langkah konkret dalam mendukung arah kebijakan pemerintah, sekaligus merespon dinamika global yang menunjukkan peningkatan kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan pariwisata berbasis wellness terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
“Tren global menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola perjalanan wisata. Medical dan wellness tourism berkembang pesat di tingkat global. Wisatawan tidak lagi mampu menjawab kebutuhan tersebut,” ujar tokoh pariwisata ini.
Ketut Jaman menambahkan, kerja sama ini tidak semata-mata bersifat komersial, melainkan merupakan bagian dari komitmen Melali Bali Group untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan ekosistem pariwisata Bali yang lebih berkualitas dan bernilai tambah.
“Medical wellness dan wellness tourism bukan tren sesaat, melainkan isu strategis global yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup, pencegahan penyakit, serta keberlanjutan destinasi,” jelasnya.
[irp]
Sebagai perusahaan Destination Management Company (DMC), Melali Bali Group berkomitmen memastikan integrasi layanan kesehatan dan pariwisata dikelola secara profesional, patuh terhadap regulasi, serta berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan wisatawan.
“Implementasi dari kerjasama ini, yakni Melali Bali Group bersama BMTA mengembangkan paket wisata kesehatan yang dirancang secara terstruktur dan terintegrasi, dengan durasi tinggal di Bali antara 7 hingga 21 hari,” paparnya.
Paket ini mencakup layanan penjemputan wisatawan di bandara, penyediaan akomodasi di berbagai kawasan wisata unggulan di Bali, serta layanan transportasi lokal selama program berlangsung.
Selain itu, paket tersebut juga meliputi layanan kesehatan di rumah sakit dan fasilitas medis mitra, layanan wellness di sejumlah wellness center terkurasi, serta kunjungan ke berbagai daya tarik wisata budaya Bali.
[irp]
Pendekatan ini dirancang untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman holistik bagi wisatawan, dengan mengombinasikan layanan medis dan wellness profesional dengan kekayaan budaya serta keindahan alam Bali.
“Seluruh paket ini, kami susun dengan mengedepankan standar keselamatan, mutu layanan, dan kenyamanan pasien maupun wisatawan, sekaligus menjaga kesinambungan antara layanan medis profesional dan pengalaman pariwisata yang berkualitas,” tegas Ketut Jaman.
Smentara dr. I Gede Wiryana Patra Jaya mengatakan, pentingnya kolaborasi antara sektor kesehatan dan pariwisata dalam pengembangan medical tourism. Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan layanan yang aman, beretika, dan sesuai standar.
Kolaborasi ini, sekaligus meningkatkan daya saing Bali di tingkat nasional dan internasional. Saat ini, ada 14 rumah sakit terdiri dari 6 rumah sakit pemerintah dan 8 rumah sakit swasta yang telah mendapat respon luar, baik pasar lokal atau asing, seperti Australia, Eropa dan Amerika.
[irp]
Sejumlah fasilitas layanan kesehatan itu, antara lain Sada Jiwa Healthcare, Bali Royal Hospital, Prima Medica Hospital, Unicare Clinic, dan Bhakti Rahayu, serta Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center di Denpasar yang menyediakan layanan medis dan wellness bagi wisatawan.
Paket wisata medical dan wellness
Dari sisi pasar, paket wisata medical dan wellness ini menyasar wisatawan mancanegara, segmen senior dan aging population, pasien pasca-tindakan medis, serta pasar domestik premium yang memiliki tingkat kesadaran tinggi terhadap kesehatan dan kualitas hidup.
“Segmen pasar ini memiliki lama tinggal dan nilai belanja yang lebih tinggi dibandingkan wisatawan leisure pada umumnya,” ucap dr. I Gede Wiryana Patra Jaya bersemangat.
Selain mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, kolaborasi ini juga sejalan dengan program pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata, dalam pengembangan health tourism serta pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
[irp]
“Inisiatif ini turut mendukung transformasi pariwisata nasional dengan menjadikan wisata kesehatan sebagai salah satu pilar strategis pembangunan pariwisata Indonesia,” sebutnya.
Melali Bali Group dan BMTA optimistis, melalui kolaborasi ini Bali dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan medical dan wellness tourism di kawasan Asia.
“Kami berharap kerjasama ini, mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, tidak hanya bagi industri, tetapi juga bagi masyarakat, pemerintah, serta citra Indonesia di mata dunia sebagai destinasi wisata kesehatan yang terpercaya, berlandaskan nilai budaya, keberlanjutan, dan kearifan local,” pungkasnya. [buda]


