Destinasi

Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme

MANGUPURA, balitourismnow.com – Ini yang menjadi tren. Pengelolaan sampah kini telah bertransformasi menjadi pendidikan berbasis karakter. Masyarakat, secara aktif dilatih dan diedukasi untuk memilah sampah langsung dari sumbernya, dan pengelolaan sampah organik.

Hal itu pula yang dilakukan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yangmemberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme di Gedung Wantilan ITDC, kawasan The Nusa Dua, Bali, pada Jumat 29 Mei 2026.

Pelatihan bertajuk Green Movement: Eco Enzyme Action itu melibatkan masyarakat Benoa sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas sekaligus mendukung kawasan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Pelatihan diikuti 30 peserta yang terdiri atas 18 pedagang Pantai Paguyuban The Nusa Dua, serta 12 perwakilan masyarakat Kelurahan Benoa melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Hadir pula Kasi Pembangunan Kelurahan Benoa, I Wayan Widiana; Ketua LPM Benoa, I Made Muliasa; serta jajaran ITDC.

“Pelatihan ini sebagai langkah membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan yang sederhana, tetapi dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat,” kata Vice President Commercial & Relation The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti.

Eco enzyme menjadi salah satu langkah sederhana yang tidak hanya membantu mengurangi residu sampah, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sehari-hari. ITDC mendorong kesadaran bahwa pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru, tetapi juga terdorong untuk menerapkan praktik-praktik ini secara konsisten dan membagikannya di lingkungan masing-masing, sehingga secara bertahap dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan pemahaman sekaligus praktik langsung pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun pembersih ramah lingkungan.

Pelatihan menghadirkan I Made Tirta Jati, Ketua Unit TPS3R Sadu Sumerta Kaja, Denpasar, sebagai narasumber.

Program ini juga dilanjutkan dengan memberikan pendampingan selama dua bulan untuk memantau pembuatan eco enzyme oleh peserta, memastikan penerapan materi, sekaligus mendokumentasikan hasil praktik pengolahan sampah secara mandiri.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC yang selaras dengan pengembangan masyarakat (community development) di kawasan The Nusa Dua.

Sejalan dengan hal itu, ITDC memandang keterlibatan masyarakat sebagai elemen krusial dalam mendukung terciptanya kawasan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Bagi ITDC, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kawasan sekaligus memperkuat budaya pengelolaan lingkungan di sekitar destinasi.

“Kami percaya kualitas sebuah kawasan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan,” ujar Made Purnama Damayanti.

Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian vital dalam menciptakan kawasan yang nyaman, sehat, dan bernilai bagi masyarakat maupun pengunjung.

“Kami berharap, semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian,” tutup Made Purnama Damayanti. [buda]

Shares: