Art & Culture

Kreativitas Generasi Muda Dorong Inovasi Seni Bali Berbasis Tradisi

DENPASAR, balitourismnow.com – Kreativitas generasi muda dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Melalui inovasi yang tetap berakar pada nilai-nilai tradisi, generasi muda mampu menghadirkan karya yang relevan sekaligus menjaga budaya tetap hidup.

Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Budaya bertema “Peran Kreativitas Generasi Muda dalam Inovasi Seni” yang diselenggarakan Kawiya Bali bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali dan didukung Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Perpustakaan Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026.

Narasumber Dr. AA Gede Agung Rahma Putra, S.Sn., M.Sn., menegaskan bahwa inovasi tidak boleh dipahami sebagai upaya meninggalkan tradisi.

Menurutnya, tradisi merupakan identitas yang harus dijaga, sedangkan inovasi menjadi ruang kreativitas agar seni tetap berkembang dan mampu berdialog dengan masyarakat masa kini.

Ia mengisahkan salah satu karya inovatifnya yang sempat mendapat kritik keras saat ditampilkan dalam PKB sekitar satu dekade lalu. Pengalaman tersebut justru memperkuat keyakinannya bahwa pembaruan harus lahir dari pemahaman yang kuat terhadap akar budaya.

“Tradisi adalah identitas yang harus dijaga, sedangkan inovasi adalah ruang kreativitas yang membuat seni tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Dalam berkarya, Agung mengaku selalu berpedoman pada konsep desa, kala, patra agar karya yang dihasilkan sesuai dengan ruang, waktu, dan konteks sosial masyarakat.

Ia juga melihat generasi muda Bali saat ini bergerak dalam tiga kecenderungan, yakni menjaga tradisi, mengeksplorasi gagasan baru secara idealis, dan berkarya di ranah hiburan atau komersial.

Menurutnya, ketiga jalur tersebut tidak perlu dipertentangkan karena dapat saling menguatkan.

Sementara itu, komposer dan akademisi I Wayan Ary Wijaya, S.Sn., menilai teknologi digital kini menjadi instrumen penting dalam proses penciptaan karya seni.

Teknologi, menurutnya, bukan ancaman bagi tradisi, melainkan alat bantu yang mempercepat proses kreatif sekaligus membuka peluang lahirnya gagasan-gagasan baru.

Ia mencontohkan perkembangan gamelan Bali yang terus melahirkan pola dan teknik baru. Inovasi yang awalnya dianggap berbeda, pada akhirnya dapat diterima dan menjadi bagian dari perkembangan tradisi itu sendiri.

“Yang penting bukan sekadar berbeda, tetapi bagaimana seniman terus berkarya dan melahirkan pembaruan tanpa kehilangan karakter budaya yang menjadi jati dirinya,” katanya.

Apresiasi terhadap semangat berkesenian generasi muda juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Bali, Nyoman Winata. Ia menilai perkembangan seni Bali saat ini sangat menggembirakan, terlihat dari tingginya antusiasme generasi muda mengikuti berbagai kegiatan seni dalam PKB.

Winata optimistis seni inovatif akan terus melahirkan seniman-seniman muda berbakat yang mampu membawa seni Bali berkembang sesuai tuntutan zaman. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap inovasi harus tetap berakar kuat pada seni tradisi sebagai fondasi identitas budaya Bali.

Melalui forum diskusi budaya seperti ini, pelestarian dan inovasi diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga seni Bali tidak hanya terjaga, tetapi juga terus tumbuh dan tetap relevan di tengah perubahan zaman. []

Shares: