DENPASAR, balitourismnow.com – Di era digital saat ini, penerapan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menyebar ke banyak industri, termasuk pariwisata. Apakah, posisi pekerja pariwisata akan bersaing dengan robotik alat kerja itu?
“Kalau dibidang pariwisata di Indonesia agak beda dibandingkan di negara lain. Di negara lain tenaga kerja mahal. Kalau di Indonesia kan banyak, tetapi bukan berarti murah. Karena mereka dibayar sesuai kompetensinya,” kata Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Indonesian Housekeepers Association (IHKA), Ahmad Kamil.
Ahmad Kamil yang hadir pada acara Making Bed Competition and Exhibition 2025 di Denpasar, Bali pada Sabtu 10 Mei 2025 itu mengatakan, Indonesia masih memiliki banyak peluang, dan ajang lomba ini salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan menghadapi persaingan itu.
[irp]
Kompetisi ini sebagai ajang untuk meningkatkan keterampilan dan rasa percaya diri agar kompeten dan bisa bersaing. Selain meningkatkan kompetensi dari karyawan, penting pula menjaga budaya lokal yang ada. Seorang housekeeper penting menjaga budaya lokal yang ada.
“Wisatawan itu datang ke Bali karena budayanya, karena ingin dilayani. Maka, pelayanan dan service excellent atau pelayanan prima itu yang dikembangkan. Karena tamu ingin dilayani dengan rasa, sehingga kelebihan itu yang kita tonjolkan di Indonesia,” terangnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Badan Pengurus Daerah IKHA Bali, I Gede Cahyadi Putra. Ia sangat sadar, persaingan dunia itu selalu berkembang. Maka harus pintar memilih mana yang bisa dikolaborasikan dengan AI, lalu diimplementasikan dalam dunia house keeping.
[irp]
“Kita harus pintar menyaringnya, mana yang bisa dipadukan. Kita percaya teknologi itu terus berkembang, tetapi robotik itu tidak bisa menggantikan manusia seutuhnya. Karna kita bekerja di hospitality selalu memakai perasaan. Kita melayani tamu dengan rasa,” tegasnya.
Apalagi, saat menghadapi komplain dan tamu marah-marah. “Apakah robot itu bisa menditeksi apa yang tamu mau? Jadi, manusia tidak mungkin tergantikan walapun teknologi terus berkembang. Artinya, kita yang harus bisa mengadopsi diri ke teknologi itu,” ujarnya. [ana]


