GIANYAR, balitourismnow.com – Jika sedang berada di kawasan Ubud, jadwalkan diri untuk menikmati wisata kebugaran dan olahraga di Kula Mani Tennis Village. Destinasi ini menawarkan pengalaman olahraga raket modern dengan sentuhan wellness dan atmosfer tropis khas Bali.
Kula Mani Tennis Village terletak di kawasan hijau Lodtunduh – Ubud, tepatnya di Jalan Lodsema, Jalan Raya Mawang, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar – Bali. Lokasinya dekat Pasar Seni Sukawati, Monkey Forest Ubud, Goa Gajah, Bali Bird Park dan destinasi lainnya.
Menariknya, Kula Mani Tennis Village mengkolaborasikan dengan akademi tenis ternama dunia Mouratoglou. Maka tidak salah, kalau Kula Mani Tennis Village Mouratoglou Tennis Center Bali menjadi salah satu pengembangan sport tourism paling menarik di Pulau Dewata saat ini.
Lokasi disekitarnya masih asri, dikelilingi hutan tropis, pemandangan sawah yang menjadikan Sports Wellness Tourism dengan konsep menggabungkan aktivitas fisik intens dengan fasilitas relaksasi dan pemulihan holistic, seperti spa, yoga, dan healthy food di lokasi yang tenang dan indah.
Kula Mani Tennis Village yang telah dibuka Februari 2026 lalu, memang dirancang sebagai pusat olahraga, juga ruang retreat aktif bagi komunitas global yang mencari keseimbangan antara performa, kesehatan, dan relaksasi.
Lalu, nama Mouratoglou sendiri sudah dikenal luas di dunia tenis internasional melalui sosok Patrick Mouratoglou, pelatih legendaris yang pernah menangani Serena Williams dan sejumlah atlet top dunia.
Melalui kolaborasi ini, Kula Mani menghadirkan metodologi pelatihan internasional yang fokus pada teknik, mentalitas, serta pengembangan performa pemain dari berbagai level. Artinya, pemula dan yang sudah professional bias menikmati fasilitas yang ada.
Sebagai sport center modern, Kula Mani Tennis Village Mouratoglou Tennis Center Bali menghadirkan fasilitas premium yang dirancang untuk pemain profesional maupun recreational player.
Fasilitas itu, terdiri dari 7 lapangan tenis bertaraf internasional Semi indoor hard court dan clay court, 3 lapangan padel semi indoor, 3 lapangan pickleball semi indoor, grandstand court dengan panorama sawah Ubud, Gym dan performance center.
Tersedia pula Physiotherapy studio, Spa (sauna, jacuzzi, dan cold-hot recovery bath), Swimming pool, Restaurant & café serta VIP lounge dan player lounge. Seluruh fasilitas ini mendukung gaya hidup aktif sekaligus proses recovery dan wellness dalam satu kawasan terpadu.

Dukung Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia
Kehadiran Mouratoglou Tennis Center Bali ini, tak hanya menawarkan fasilitar bermain, tetapi juga sebagai upaya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, khusus untuk olahraga raket yang semakin populer di kalangan wisatawan internasional dan komunitas ekspatriat.
Kula Mani memanfaatkan lanskap alam Ubud sebagai bagian dari pengalaman berolahraga yang membuatnya berbeda dari sport center lainnya. Tamu dapat menikmati sesi latihan sekaligus relaksasi dalam lingkungan yang jauh dari hiruk pikuk kota.
Konsep ini sejalan dengan tren global wellness tourism yang terus berkembang, di mana wisatawan yang kini lebih banyak mencari pengalaman perjalanan yang menggabungkan kesehatan fisik, mental, dan gaya hidup aktif.
Paling menarik, kehadiran Kula Mani Tennis Village Mouratoglou Tennis Center Bali menawarkan diferensiasi melalui fasilitas terintegrasi, standar internasional, serta kolaborasi langsung dengan brand tenis global Mouratoglou.
Semua itu diwujudkan dengan konsep sport, hospitality, dan wellness dalam satu destinasi, venue ini diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru sport lifestyle di Ubud dan Bali secara keseluruhan.
Popularitas olahraga raket seperti padel dan pickleball sedang berkembang pesat di Bali, dan tentu banyak peminatnya. Termasuk di Kula Mani. Beberapa bulan ini, pengunjung yang ingin menikmati permainan tenis terus mengalir. Termasuk yang ingin memantafkan permainannya.
Mengalirnya tamu yang ingin menikmati faslitas Kula Mani, maka kehadirannya diyakini akan menarik komunitas olahraga internasional, digital nomad, hingga wisatawan wellness yang selama ini menjadikan Bali sebagai destinasi favorit dunia. (*)


