Destinasi

ITDC Perkuat Tata Kelola Bersih Destinasi Wisata The Golo Mori dengan Mempertahankan Sertifikasi ISO 37001:2016, SMAP

MANGGARAI BARAT, balitourismnow.com – The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan system pengelolaan destinasi berkelanjutan dalam praktik bisnis yang terintegrasi di seluruh wilayah operasionalnya. Sebab, destinasi ini berhasil mempertahankan Sertifikasi ISO 37001:2016.

“Sertifikasi ISO 37001:2016 merupakan standar internasional yang mengatur sistem manajemen untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani risiko penyuapan,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ITDC, Ahmad Fajar di Jakarta, Minggu 2 Maret 2025.

Hal ini sebagai bukti, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC menunjukkan komitmen dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas mempertahankan Sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

“Dengan diperluasnya lingkup sertifikasi ke The Golo Mori, ITDC semakin memperkuat implementasi sistem anti-penyuapan dalam pengelolaan destinasi wisata unggulan,” imbuh Ahmad Fajar.

BACA JUGA:  Tiga Kawasan ITDC Rayakan Hari Kasih Sayang dengan Spesial

Menurutnya, keberhasilan ITDC dalam mempertahankan sertifikasi ISO 37001:2016 sekaligus memperluas lingkupnya ke The Golo Mori, membuktikan komitmen dalam membangun ekosistem pariwisata yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyuapan.

“Kami akan terus meningkatkan penerapan tata kelola yang baik guna menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan terpercaya,” lanjut Ahmad Fajar bangga.

Sertifikasi ini dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), untuk memastikan bahwa penerapan standar yang digunakan telah sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

ITDC menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk praktik penyuapan dan pelanggaran hukum, sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan transparan.

BACA JUGA:  ITDC Siapkan Posko Nataru, Kawal Keamanan dan Kenyamanan Liburan Akhir Tahun 2024

Ahmad Fajar menambahkan, ITDC memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berintegritas.

Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menciptakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

ITDC telah menerapkan berbagai langkah strategis, antara lain penguatan sistem SMAP, reformasi proses kerja guna meningkatkan transparansi dan efisiensi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya integritas dan akuntabilitas, serta memastikan setiap aktivitas bisnis berjalan sesuai dengan prinsip kepatuhan dan etika usaha yang tinggi.

BACA JUGA:  Bali's Largest Butterfly Release: Nuanu Creative City Releases 5,000 Butterflies into Its Healthy Ecosystem

“Kami menjunjung tinggi prinsip integritas serta memastikan setiap aspek bisnis yang dijalankan sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG), Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Perusahaan, serta prinsip 4 NO’s: No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxuries Hospitality, ” imbuhnya.

ITDC berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) guna menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas.

“Kami mengapresiasi dukungan PT Garuda Sertifikasi Indonesia serta dedikasi seluruh pegawai dalam memastikan kelancaran proses audit ini. Dengan mitigasi risiko yang lebih baik dan peningkatan kesadaran akan kepatuhan, ITDC siap melangkah maju dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih dan berkelanjutan,” tutup Ahmad Fajar. [rls]

Shares: