MANGUPURA, balitourismnow.com – Kalau ingin menikmati hidangan laut, langsung saja menuju ke Renaissance Bali Nusa Dua Resort. Restoran Tanah Liat, tang rerletak di lantai dasar itu tengah memfokuskan menunya pada makanan laut local.
Restaurant dengan ornament seni budaya yang syarat makna itu, memamerkan kekayaan warisan maritim Indonesia, serta sebagai cara memperluas komitmennya terhadap inisiasi yang berkesinambungan dan cita rasa nusantara.
“Kami sangat bangga menawarkan hasil tangkapan nelayan kami dan menghargai hasil laut Indonesia yang luar biasa,” kata Executive Chef Renaissance Bali Nusa Dua Resort, I Made Artawa dalam acara Media Dinner, Rabu 16 April 2025.
Ya, Tanah Liat menyajikan berbagai hidangan pilihan yang menonjolkan hasil tangkapan laut lokal yang segar, mulai dari ikan yang ditangkap dengan tali pancing hingga kerang yang dipanen di sepanjang pantai terdekat.
Para media yang hadir, bukannya langsung menikmati hidangan, tetapi diawali dengan aksi Chef yang memamerkan bahan dan cara mengolahnya. Ikan-ikan yang masih segar disajikan. Para undangan kemudian dikejutkan dengan cengkraman kaki lobster yang begitu besar.

Beberapa menit kemudian, para tamu disajikan menu-menu khas Tanah Lit. Menariknya lagi, menu yang disajikan, diproses dengan citarasa local, sehingga memiliki rasa dan taste yang sangat kuat. Bumbu terasa pas di lidah, dan memiliki rasa yang sangat enak dan lezat.
Ikan yang di olah merupakan hasil tangkapan para nelayan secara langsung. Hal ini mencerminkan komitmen dan kemitraan kami dengan perikanan lokal, yang menekankan kesegaran dan dukungan masyarakat sekitar.
Menu-menu yang disajikan, menawarkan pengalaman bersantap yang beragam dan inklusif, “Kami sangat bangga menawarkan hasil tangkapan nelayan kami dan menghargai hasil laut Indonesia yang luar biasa,” jelas I Made Artawa, yang sempat beraksi di depan para awak media.
Ini sebagai cara Renaissance Bali Nusa Dua Resort mendefinisikan ulang Tanah Liat sebagai tempat bersantap yang berkesinambungan, yang berfokus pada kekayaan laut sambil mempertahankan komitmennya terhadap tanggung jawab lingkungan dan keunggulan kuliner.
Tanah Liat memang tempat makan yang sangat nyaman. Terletak di lantai dasar, bersebelahan dengan Backstage Food Theatre, restoran dengan desain unik ini didominasi warna putih untuk meningkatkan suasana yang menyenangkan dan cerah di tempat tersebut.
Desain tembikar artistik yang menggugah sensorik dihias dengan apik di seluruh tempat makan berkonsep alami dan asli ini. Merangkul sisi kerajinan Bali dan terinspirasi oleh seni dan kerajinan, suasana Tanah Liat menciptakan nuansa warisan lokal yang sesungguhnya.
“Khusus untuk Tanah Liat, kami buka setiap hari untuk makan malam dari pukul 6:00 PM sampai pukul 10:30 PM,” papar Chef I Made Artawa ramah. [ana]


