Kuliner

Bali Interfood 2026 Perkuat Jejaring Bisnis Industri Kuliner dan Hospitality di Bali

DENPASAR, balitourismnow.com – Krista Exhibitions Group kembali menggelar Bali Interfood untuk ke-7 kalinya pada 2–4 September 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. Pameran ini menghadirkan berbagai produk, teknologi, serta solusi untuk mendukung kebutuhan industri makanan dan minuman.

“Ini kabar gembira untuk pariwisata Bali. Bali Interfood bukan hanya sebuah pameran makanan dan minuman, tetapi menjadi ruang strategis untuk jejaring bisnis makanan dan minuman,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, pada konferensi pers Bali Interfood 2026 di Nexx Café Bali, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Cok Ace, sapaan akrabnya, Bali Interfood 2026 dapat memperkokoh industri kuliner Bali. Ajang ini tidak hanya menyasar kebutuhan wisatawan, tetapi juga dapat menghadirkan pengalaman cita rasa sekaligus memperkenalkan kearifan lokal.

“Pengalaman ekperient pada wisatawan, maka Bali memiliki potensi luar biasa tak hanya sekedar untuk makanan dan minuman, dan ini dapat menumbuhkan hal baru sebagai daya tarik wisatawan. Bali kaya produk makanan,” ucapnya.

Cok Ace juga melihat adanya perubahan tren di kalangan wisatawan, khususnya mereka yang memilih tinggal di vila. Wisatawan kini semakin tertarik membeli bahan baku lokal untuk kemudian memasak sendiri selama berlibur. “Sebutan saja di Ubud sebagai daerah gastronomi. Ini tren pariwisata Bali kedepannya,” ucapnya.

Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan, Bali sebagai salah satu destinasi wisata unggulan dunia merupakan lokasi strategis untuk mempromosikan potensi industri food and beverage (F&B) sekaligus kekayaan kuliner Indonesia kepada wisatawan domestik dan mancanegara.

Kekayaan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari bahan baku, bakery dan pastry, kopi, wine and spirit, horeca, jasa boga, peralatan pengolahan, hingga teknologi dan solusi pengemasan.

Beragam produk dan teknologi yang dihadirkan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk melihat perkembangan terbaru sekaligus menemukan produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Tahun ini, Bali Interfood menghadirkan sejumlah pameran pendukung, yakni Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026.

Menurutnya, kehadiran berbagai pameran dalam waktu dan lokasi yang sama diharapkan dapat memperluas peluang bagi produsen, distributor, buyer, hotel dan restoran, pelaku usaha kuliner, serta penyedia teknologi untuk bertemu dan menjajaki kerja sama baru.

Daud Salim menjelaskan, Bali Interfood 2026 diikuti 110 peserta, termasuk 35 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan target 15.000 pengunjung.

“Bali memiliki potensi besar karena pariwisata, hotel, restoran, dan usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan. Kami ingin menjadikan Bali Interfood sebagai tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu dengan calon mitra, dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang makanan dan minuman,” ujarnya.

Peserta Bali Interfood tahun ini berasal dari delapan negara, yakni China, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Prancis. Kehadiran peserta dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi pengunjung dan pelaku usaha untuk melihat produk serta perkembangan terbaru dari pasar internasional.

Selain menghadirkan beragam produk dan solusi bagi industri makanan, minuman, bakery, hotel, restoran, dan kafe, Bali Interfood 2026 juga menawarkan berbagai program yang dirancang untuk memberikan pengalaman, edukasi, serta peluang networking bagi pengunjung dan pelaku industri.

Daud Salim mengatakan, salah satu program unggulan adalah Gelato World Cup Indonesian Selection yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi dan mengikuti berbagai workshop gelato, termasuk Gelato Workshop Coconut Mango Dessert dan Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato pada 2 September, Gelato Competition, serta Gelato Workshop Sorbet Lollies dan Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.

Berbagai sesi inspiratif juga dihadirkan, antara lain Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R. Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista I Made Galih Kresnadana, serta demo Mie Goreng Lada Hitam & Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.

Main Stage akan menghadirkan program Wine Pairings yang mencakup Wine & Coffee Sensory bersama Bali Beans Coffee, Wine & Chocolate Pairing bersama Mason Chocolates Bali, serta Plant-Based Perfection: A Green Rebel Wine Pairing Workshop.

Sementara itu, Business Matching Room menghadirkan rangkaian program networking dan business matching yang dirancang untuk mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier dan exhibitor.

Program tersebut meliputi “Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali”, “Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali”, “Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali”, serta “Meetup with Bali Restaurant Café Associations”.

Seluruh rangkaian program di Business Matching Room menjadi wadah strategis untuk mempertemukan perwakilan asosiasi, purchasing, dan procurement dari sektor hotel, restoran, kafe, dan bakery di Bali dengan supplier serta exhibitor yang menawarkan berbagai produk, teknologi, dan solusi bagi kebutuhan industri.

Melalui pertemuan tersebut, para pelaku usaha dapat memperluas peluang sourcing, membangun jejaring bisnis, serta mengeksplorasi potensi kerja sama dan kemitraan yang mendukung pertumbuhan industri hospitality dan kuliner di Bali.

Program edukasi dan peningkatan kompetensi juga hadir melalui Krista Training Center by IKABOGA yang menyelenggarakan sertifikasi BNSP. Program sertifikasi tersebut mencakup bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat).

Sementara itu, IPBI Competition Area menghadirkan kompetisi dan workshop bagi para profesional di bidang kuliner dan hospitality, seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, Flower Table Decoration Workshop, serta panel discussion bertajuk “Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better” oleh Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).

Bali Interfood 2026 turut mengundang para pelaku bisnis, buyer dan importir, distributor, serta pelaku usaha hotel, restoran, kafe, dan catering (HORECA). Ajang ini juga menyasar perwakilan retail modern maupun tradisional, franchise, produsen bahan baku, hingga investor yang ingin menjajaki peluang kerja sama sekaligus memperluas jaringan bisnis di sektor makanan, minuman, dan HORECA. [buda]

Shares: