GIANYAR, baliyourismnow.com – Para pecinta atau pelanggan desain Indonesia Fashion Chamber (IFC), kini semakin mudah mendapatkan produknya. Pasalnya, IFC telah melakukan grand opening D2-i dengan Concept Store terletak di Jalan Andong No, 11 Ubud, Gianyar, Bali.
Grand opening dilakukan secara sederhana, yakni dengan doa serta ngumpul bersama anggota IFC dari seluruh Indonesia. “Keberadaan store ini, untuk menunjukan kepada teman-teman, kalau IFC memiliki butik di Bali,” kata Pembina IFC Nasional, Ali Charisma disela-sela grand opening, Sabtu 19 Aptil 2025.
Karena itu, acara ini mengundang teman-teman IFC dari berbagai kota, seperti dari Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera, Bandung termasuk yang ada di Bali. “Karena butiknya segini, kita undang pelan-pelan, sehingga ada yang datang dan ada yang pergi,” ucap inisiator D2-i di Ubud Bali ini.
D2-i Concept Store ini memajang karya-karya menarik dari 30 desainer anggota IFC dari seluruh Indonesia yang ikut bergabung. “Tujuan D2-i Concept Store di Ubud Bali ini untuk meringankan beban para desainer, termasuk sebagai cara mengenal pasar di Bali,” jelasnya.
Menurutnya, hal itu sangat penting karena Bali sebagai tujuan wisata dunia, sehingga pasar ini akan bisa menunjukan karya-karya IFC ke dunia internasional. “Selama ini, mereka memiliki pasar di daerahnya masing-masing yang tidak ada turisnya,” sebutnya.

Di jaman sekarang ini penting melakukan kolaborasi, bukan hanya untuk meringankan beban, tetapi untuk saling membangun, memperkuat imajinasi, inovasi dan networking. “Di Jalan Andong ini, banyak tamu yang belanja terutama untuk bisnis, disamping untuk retail,” sebutnya.
D2-i Concept Store lokasinya sangat strategis. Respon pasar juga lumayan bagus, sehingga 30 desainer itu antusias memajang karyanya. Masing-masing desainer menampilkan sekitar 50 karya. Harga produk yang ditawarkan mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 4 juta.
Jenis yang ditawarkan, kebanyakan busana urban dan busana resort, artinya baju yang sudah siap pakai. “Banyak sekali karya-karya mereka yang terinspsirasi tradisional, namun dibikin siap pakai, sehingga pelan-pelan kedepan kami siap juga ekspor,” harapnya.
Desainer yang menaruh karyanya itu bukan menyewa, tetapi mereka bertanggung jawab untuk mengelola store ini. Dirinya hanya membantu saat ini. “Sebanyak 30 desainer ini akan berpikir mempromosikan melalui sosmed, dan sebuan sekali melakukan meeting,” ujar Ali Charisma.
Ketua Nasional IFC, Lenny Agustin mengaku senang telah melakukan grand opening D2-i yang dikomandani IFC ini. Di store ini, bisa menampung teman-teman yang mau menaruh bajunya. “D2-i berprinsip memberikan desainer dengan sangat bebas menjadi dirinya sendiri,” ujarnya.

Di D2-i ini, para desainer bebas membawa produknya dengan signature masing-masing. Termasuk di IFC yang ada 14 kota lainnya di Indonesia. “Bali pintu gerbang internasional, maka pasar ini cukup penting. Semoga, nantinya IFC akan buka di kota-kota lain di Bali,” harapnya.
Menurut Lenny Agustin, memajang produk di Bali itu sangat penting, kerena sebagai ajang pembelajaran. “Teman-teman itu diuji belajar menyiapkan koleksi yang disukai oleh pasar berbagai bangsa di dunia. Belajar untuk menyiapkan produk internasional taste,” tegasnya.
Dirinya meyakini, para desaner IFC bisa menguasai mode di Bali khususnya dan di Indonesia secara umum. Sebab, setiap ada IFC di kota tersebut selalu bisa menguasa pasar. “Semoga IFC ini menjadi inspirasi teman-teman lain untuk membuka brand-nya di Bali,” sambungnya.
Raegita Oktora (Raegitazoro) yang juga anggota IFC mengaku senang bisa ikut menampillan 20 busana di D2-i Ubud ini. Kali ini, dirinya menampilkan busana dengan bahan dari linen dengan warna cerah. “Saya biasa melihat busana di Bali itu dengan warna cerah dan natural,” akunya.
Kebetulan juga, ia suka dengan warna cerah meriah, sehingga mengeluarkan busana dengan warna neon, seperti pink, biru dan orange. “Saya memang menampilkan warna yang berbeda-beda dalam setiap store, tetapi selalu hadir dengan warna neon,” ucapnya polos.
Jenis resort sweet ini cocok untuk orang-orang entertainment dan untuk orang menghadiri acara di dalam ruangan ber-AC, sehingga menampilkan warna neon green menyala. “Saya ingin mencoba sesuatu yang baru di Pulau Dewata, sehingga ikut memajang karya di Bali,” sebutnya.
Keberadaan D2-i di Bali, karena Bali memang banyak disukai customer, sehingga kedepan akan membuat baru yang tentunya dapat mewakili orang-orang Bali. Dan untuk dua bulan kedepan, produk IFC di D2-i ini menyiapkan diskon hingga 2 buan mendatang. [ana]


