MANGUPURA, balitourismnow.com – Mewujudkan pariwisata yang bertanggung jawab, inklusif, dan menguntungkan selalu menjadi pembahasan dalam setiap diskusi. Hal itu memang menjadi tanggun jawab bersama menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.
Hal itu pula menjadi pembahasan dalam pertemuan tahunan ‘Path to Sustainable Growth’ yang berlangsung di The Apurva Kempinski Bali, Kamis 8 Mei 2025. Acara ini mempertemukan para ahli, para pembicara dari berbagai industri, dan menyatukan para pakar keberlanjutan global.
Termasuk menyatukan para pemilik bisnis, pembuat kebijakan, dan komunitas-komunitas yang aktif menyuarakan keberlangsungan lingkungan, sosial, dan ekonomi secara efektif dan bertanggung jawab.
Menarik dalam petemuan itu, Asisten Deputi Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Drs. Amnu Fuadiy, MA menyoroti dukungan Kementerian terhadap kebijakan nasional yang mempromosikan pariwisata berkelanjutan.
[irp]
Pariwisata berkelanjutan yang melalui lima program prioritas, seperti gerakan pariwisata bersih, praktik digitalisasi untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pemasaran, memanfaatkan minat unik sebagai daya tarik utama untuk pariwisata kelas atas.
“Termasuk menyelenggarakan acara yang menampilkan warisan budaya Indonesia yang kaya, dan memperluas jumlah desa wisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” dalam Amnu Fuadiy dalam pidato pembukaan acara tersebut.
Pertemuan ini terdiri dari empat diskusi panelis. Diskusi panel pertama difokuskan pada topik Blueprint for Building Sustainable Destinations, dengan para pembicara membagikan visi sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Alistair Speirs menyampaikan masterplan, dengan menegaskan tantangan dalam menjalankan inisiasi keberlanjutan. Wenda Ramadya Nabiel menekankan tanggung jawab terhadap lingkungan, inklusivitas sosial, dan nilai ekonomi, lalu Jelle Therry menampilkan desain untuk ekosistem regeneratif, dengan fokus pada ketahanan air, keanekaragaman hayati, dan penggunaan material berkelanjutan.
[irp]
Diskusi panel kedua dengan topik The Challenges of Coexistence between Community and Tourism. Dr Yoga Iswara menganjurkan tindakan kolektif untuk mencapai tujuan destinasi dengan net-zero di Bali, lalu Ida Bagus Agung Gunarthawa membahas pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
Amanda Marcella berbagi keahlian dalam pengelolaan limbah bertujuan untuk mencapai zero-waste, kemudian John Higson dari Eco Solutions Lombok memaparkan strategi untuk mengubah tantangan menjadi peluang melalui pengupayaan wanatani dan praktik berkelanjutan.
Diskusi panel ketiga fokus pada strategi Measuring and Mastering Sustainability. Diawali dari Shane Dalke dari Bjarke Ingels Group membagikan pengalaman dalam pembangunan ‘Gelephu Mindfulness City’ yang menekankan keharmonisan antara kehidupan modern dan alam.
Lalu, Maurice Adema mendiskusikan solusi energi yang berkelanjutan. Selanjutnya Gayan Wejesiriwardana menyoroti tentang peran penting dari sertifikasi dalam mengupayakan keberlanjutan yang terukur dan terpercaya. “Tanpa pengukuran yang signifikan, keberlanjutan hanyalah sebuah rencana atau intensi belaka,” tegas Gayan Wejesiriwardana.
[irp]
Panel diskusi terakhir ditutup oleh Desak Intan yang menyampaikan, strategi jangka panjang The Apurva Kempinski Bali dalam memberikan nilai melalui pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, pemberdayaan budaya lokal, dan praktik bisnis berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan The Apurva Kempinski Bali yang sedang berjalan, pertemuan Path to Sustainable Growth 2025 juga menghitung jejak karbon dalam acara tersebut, dengan tujuan akhir yakni menjadi hotel pertama di Indonesia yang mencapai netralitas karbon.
“Perhitungan tersebut mencakup tempat dan akomodasi, makanan dan minuman, dan transportasi, yang menghasilkan total 6.537,75 kg CO2e. Sebagai perbandingan untuk mengimbangi jumlah ini, kanjut Desak Intan akan membutuhkan kapasitas penyerapan karbon dari 725 pohon bakau atau 98 pohon nangka selama tiga tahun,” papar Desak Intan.
General Manager The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mengimbangi emisi tersebut, dan menggarisbawahi dedikasi jangka panjangnya terhadap keberlanjutan.
[irp]
The Apurva Kempinski Bali dengan senang hati menyelenggarakan acara ini, untuk mempertemukan para ahli dengan visi dan inspirasi bersama untuk saling belajar dan mendorong kemajuan menuju masa depan yang berkelanjutan.
“Secara kolektif, kami ingin menjadi contoh dan menginspirasi orang lain untuk mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan,” sebut Vincent Guironnet. [anal]


