GIANYAR, balitourismnow.com – Pelanggan Sanctoo Suites & Villas pasti bangga. Pasalnya, hotel yang berdekatan dengan Bali Zoo itu meraih Predikat Super Platinum II pada ajang Tri Hita Karana (THK) Awards 2025.
Penganugerahan penghargaan THK Awards 2025 diselenggarakan di Discovery Kartika Plaza Hotel, pada Jumat, 9 Januari 2026 dan dihadiri oleh para pelaku industri pariwisata yang memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian budaya dan lingkungan Bali.
“Penghargaan Super Platinum II ini merupakan hasil dari komitmen dan konsistensi seluruh tim Sanctoo dalam menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana secara nyata, bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai budaya kerja sehari-hari,” kata General Manager Sanctoo Suites & Villas, Bapak I Putu Subali Adi Putra.
Pencapaian ini menegaskan komitmen dan konsistensi Sanctoo dalam menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana secara berkelanjutan dalam seluruh aspek operasional dan pelayanan.
Proses penilaian THK Awards 2025 telah dilaksanakan pada 30 September 2025 melalui asesmen menyeluruh yang dilakukan oleh Tim Asesor Tri Hita Karana.
Dalam proses tersebut, Sanctoo Suites & Villas memperoleh nilai yang sangat baik, mencerminkan keberhasilan implementasi prinsip Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan yang selaras dengan konsep pariwisata berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan, pelayanan berkualitas, serta keharmonisan dengan lingkungan dan masyarakat adalah kunci dalam menjalankan industri pariwisata di Bali,” ujar Subali Adi Putra mengapresiasi.
Keikutsertaan Sanctoo Suites & Villas dalam ajang THK Awards dari tahun ke tahun menjadi bukti nyata komitmen manajemen dalam menjaga keseimbangan antara kualitas layanan hospitality dengan pelestarian lingkungan, budaya, dan nilai spiritual Bali.
Predikat Super Platinum II ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus meningkatkan standar operasional serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap, dengan pencapaian ini, Sanctoo Suites & Villas dapat terus menjadi inspirasi bagi industri perhotelan dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang berlandaskan kearifan local,” harap Subali. [buda]


