Art & Culture

Perempuan Bali Meriahkan Lomba Seni Budaya dalam HUT WHDI di Bulan Bahasa Bali 2026

DENPASAR, balitourismnow.com – Ibu-ibu ini hadir tampil cantik mengenakan busana adat Bali, dengan sanggul terselip bunga cempaka emas juga bunga hidup yang tak pernah redup. Mereka tampil bungah dengan penuh semangat menuas janur yang indah penuh makna.

Itulah suasana lomba membuat gebogan dalam ajang Bulan Bahasa Bali dan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) di Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis 12 Pebruari 2026. Perayaan ini dimeriahkan dengan berbagai lomba budaya bali yang menarik.

Kegiatan lomba digelar dengan melibatkan para anggota WHDI di kabupaten dan kota di Bali, seperti Lomba Gebokan dan Pejati di lantai bawah Gedung Ksirarnawa, Kidung di Gedung Ksirarnawa, Membaca Kekawin di Kalangan Angsoka dan lomba Dharma Wacana di Kalangan Ratna Kanda.

Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Made Dana Tenaya, mengatakan, Bulan Bahasa Bali hari ini kegiatannya lebih beragam karena Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan bekerjasana dengan WHDI menyenggarakan lomba-lomba.

BACA JUGA:  Festival Konservasi Lontar di Kabupaten Buleleng Berhasil Identifikasi 12 Cakep Lontar

Dari lima lomba itu, lomba membuat gebogan dan membuat pejati yang menjadi daya tarik. Lomba gebogan dan pejati itu diikuti kuala muda yang membuktikan budaya membuat gebogan sudah digemari anak-anak muda.

Pesertanya merupakan perwakilan dari kabupaten dan kota di Bali yang tampil secara antusias, dan sungguh memikat. Pengunjung terkesima menyaksikan semangat dan kreativitas generasi muda dalam membuat berbagai bagian dari budaya itu.

Lomba membaca kakawin pesertanya 2 orang, dharma wacana pesertanya 1 orang, kidung masing-masing duta melibatkan 5 orang, pejadi satu grup dengan 2 orang dan gebogan terdiri dari 3 orang dari masing-masing kabupaten. “Dalam lomba gebogan itu, telah disepakai menggunakan buah local,” ucapnya.

Ketua panitia, dr. Made Ayu Witriasih, M.Kes,.SpKKLP mengatakan, perayaan HUT WHDI kali ini untuk Provinsi Bali kenbetulan bersamaan dengan Bulan Bahasa Bali, sehingga melakukan kerjasama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud).

BACA JUGA:  I Ketut Tangkas: Warga Nusa Penida Lestarikan Lontar Warisan Leluhur

Sinergi ini dilakukan karena memiliki tujuan yang sama yakni untuk pelestarian budaya, dan kebetulan pelaksanaanya juga di bulan Pebruari. “Kali ini WHDI melaksanakan lima lomba, seperti mekidung, dharmawanacana, membaca kakawin, membuat gebogan dan pejadi,” upanya.

Witriasih menegaskan, sebelum lomba WHDI bersama pakar melaklukan pembinaan di kabupaten dan kota di Bali. Tujuannya, untuk mensosialisasikan kepada anggota WHDI terkait lomba-lomba yang dilakukan.

“Kami mengajak pakar untuk memberikan pengiartian, kapasitas dan pemahaman terhadap jenis lomba yang akan digelar. Dalam hal ini, kami mengajak narasumber yang kompeten,” sebutnya.

Tujuan pembinaan itu untuk peningkatkan kapasitas dan pemahaman termasuk penguatan peran aktif anggota WHDI di daerah. “Lomba ini bukan semata-mata kompetisi, namun yang terpenting adalah edukasi dan pelestarian budaya,” ucapnya.

BACA JUGA:  Workshop Konten Digital di Bulan Bahasa Bali VII: Cara Meningkatkan Kegemaran Generasi Muda Menggunakan Bahasa Bali

Karena itu, di dalamnya itu lintas gender generasi. “Maka itu kebanyakan anak-anak muda, yang menjadi anggota WHDI merupakan semua wanita anggota Agama Hindu yang berumur 18 tahun atau sudah menikah,” paparnya.

Sementara Wakil Ketua Made Rai Tantri mengatakan, WHDI memiliki 5 bidang oraganisasi, yaitu Agama, Pendidikan dan Kebudayaan, Ekonomi, Sosial, dan Bidang Organisasi/Umum.

Dalam rangka HUT ke-38 ini bukan melaksankan kegiatan lomba saja, tetapi sebelumnya sudah ada kegiatan bernuansa agama, seperti dharma wacana dalam rangka Hari Siwalatri, ngayah Rejang pada saat upacara karya Besakih dan Uluwatu.

Ikut pula dalam tim penyusunan Buku Darmagita yang akan di louncing dalam perayaan HUT tahun 2026 ini.

BACA JUGA:  Enam Lomba dan Satu Festival Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026

Di bidang sosial melakukan kunjungan ke Panti Werdha, Donor Darah dan melaksanakan sosialisasi tentang pengolahan sampah serta sososliasasi prilaku hidup bersih di pura. “WHDI juga memiliki program sosialisasi pra nikah untuk umat Hindu,” tutupnya. [buda]

Shares: