MANGUPURA, balitourismnow.com – Anda suka kebugaran? Bali sebagai destinasi dunia tak hanya menawarkan keindahan alam dan keunikan budaya, tetapi juga mulai dikenal sebagai destinasi kebugaran. Salah satunya, Reload Sanctuary Bali yang terletak di pusat wisata Canggu, tepatnya di jalan Padang Linjong, Kuta Utara, Badung, Bali.
Reload Sanctuary Bali hadir sebagai pelengkap destinasi wisata Bali dan Canggu khususnya, telah resmi dibuka untuk publik pada, Jumat 20 Pebruari 2026. Reload Sanctuary Bali yang manjadi salah satu the best gym di Bali untuk mewujudkan Baki sebagai destinasi kebugaran terbaru dari LDS Group.
“Kehadiran Reload Sanctuary Bali sebagai evolusi penting dalam sektor gaya hidup premium Indonesia,” kata LDS Group, Lal De Silva disela-sela pembukaan destinasi kebugaran di Canggu ini.
Reload Sanctuary Bali lebih dari sekadar pusat kebugaran, karena menawarkan tempat perlindungan kebugaran terintegrasi, sebuah destinasi yang menawarkan pelatihan, pemulihan, arsitektur, nutrisi, dan komunitas hidup dalam satu ruang yang penuh kesadaran.
LDS Group, Lal De Silva menambahkan, Reload pertama kali diluncurkan di Jakarta sebagai konsep pelatihan performa tinggi yang dibangun di sekitar struktur, akuntabilitas, dan hasil yang terukur.
“Konsep ini dengan cepat mendapatkan pengikut setia di kalangan profesional, pengusaha, dan atlet yang mencari lingkungan kebugaran yang fokus dan terarah. Reload bukan hanya sekadar gym tapi membangun gym terbaik di Bali, dan didedikasikan untuk setiap orang,” ujar Lal De Silva.
Lal De Silva menjelaskan, Reload kemudian dibawa ke Bali berdasarkan diskusi strategis di Jakarta antara Lal De Silva dan Nicolas, yang kini menjabat sebagai CEO Reload Sanctuary Bali.
Lal De Silva dan Nicolas sangat menyadari posisi global Bali sebagai pusat kebugaran dan gaya hidup, mereka berdua melihat peluang untuk memperluas Reload melampaui sekadar pusat kebugaran menjadi sesuatu yang lebih imersif, sebuah tempat perlindungan.
Nicolas kemudian mewujudkan visi tersebut yang duawali dari mencari dan mengamankan lahan hingga mengawasi pembangunan. Nicolas lalu memainkan peran sentral dalam mengubah konsep menjadi kenyataan.

“Proyek Bali ini membutuhkan identifikasi lokasi yang tepat, penyelarasan visi arsitektur, pengelolaan kontraktor, pembangunan tim, dan penataan operasional di seluruh fasilitas pusat kebugaran, layanan pemulihan, serta makanan dan minuman,” lanjut Nicolas.
Sebagai CEO, Nicolas memimpin fase eksekusi, mendelegasikan tugas lintas departemen, menyusun tim multidisiplin, dan memastikan fondasi operasional sesuai dengan ambisi mereka.
Kepemimpinannya menjembatani visi strategis dengan ketepatan operasional sehari-hari, memastikan Reload Sanctuary berfungsi sebagai ekosistem berperforma tinggi yang baik.
LDS Group berkolaborasi dengan Andra Matin, salah satu arsitek paling terkemuka di Indonesia yang dikenal dengan desain minimalis dan kontekstualnya untuk mewujudkan identitas ruang Reload Sanctuary.
Andra Matin dan Lal De Silva mendekati proyek ini sebagai respons arsitektural terhadap gerakan dan lingkungan. Bangunan ini menyeimbangkan keterbukaan dengan privasi, kekuatan dengan ketenangan.
“Tempat ini tidak dirancang sebagai pusat kebugaran konvensional. Tempat ini divisualisasikan sebagai tempat perlindungan, sebuah struktur yang terasa membumi, tenang, dan penuh kesadaran,” kata Andra Matin.
Andra Matin menyebutkan, palet material mencerminkan pengekangan dan keahlian: beton ekspos, batu alam, kayu hangat, dan cahaya alami yang tersaring menciptakan suasana yang menenangkan namun kuat.
Warna-warna abu-abu tanah dan pasir mendominasi skema warna, melambangkan keseimbangan, fokus, dan umur panjang. Transisi antar ruang, dari area latihan intensitas tinggi ke zona pemulihan restoratif, berlangsung cair dan penuh tujuan.
Reload Sanctuary mengintegrasikan pelatihan performa, modalitas pemulihan, nutrisi terkurasi, dan program komunitas dalam satu lingkungan yang kohesif. Tempat ini dirancang untuk individu yang menghargai disiplin tetapi juga memahami pentingnya pemulihan dan keseimbangan.
“Dibukanya Reload Sanctuary di Bali menandai tonggak strategis bagi LDS Group, yang berekspansi dari perhotelan dan gaya hidup ke dalam katagori baru performa holistik,” tutup Andra Matin. [buda]


